HAMULAT SARIRO
(MELIHAT JATIDIRI)
1.
Wahai orang2 yang
sedang mencari kebenaran, apabila firmanKU kembali turun lewat sanubarimu,
kemudian menggeletarkan seluruh simpul syarafmu sehingga menyebabkan seluruh
tubuhmu gemetar dan panas dingin, maka janganlah se-kali2 kau coba untuk
menahannya. Sebab sekali engkau menahan untuk tidak menyuratkannya, maka akan
menyulitkan seluruh peredaran darahmu serta menyebabkan tubuhmu panas.
2.
Dan bukankah sejak
semula telah AKU peringatkan agar jangan sekali kali menyuratkan firmanKU,
kendatipun itu hanya satu ayat. Sebab, sebegitu engkau suratkan, maka akan
bermunculan berjuta juta ayat firman untuk menunggu giliran kau suratkan sampai
apimu habis untuk mendhohirkan firmanKu, namun firmanKU tak akan juga berhenti.
Sebaliknya bila engkau biarkan tetap tersirat, maka apimu akan bercampur dengan
api perwujudanKU yang lambat laun apimu akan tergeser keluar sedikit demi
sedikit, sejalan dengan datangnya firman. Semakin banyak api KU bersemayam
dalam tubuhmu, senyampang tidak terjadi benturan dengan apimu, maka
sesungguhnya keberadaanmu didunia ini tiada duanya, karena segala apa yang
menjadi kekuasaanKU akan luluh dalam perwujudanmu. Siapapun makhluk yang ada
dialam semesta ini tiada yang berani melawanmu.
3.
Akan tetapi sungguh
merupakan kecelakaan yang dahsyat bagi alam semesta ini apabila dalam keadaan
demikian api nafsumu tidak kau singkirkan, sementara apimu telah tersisih oleh
apiKU keluar tubuhmu, maka engkaulah Dajjal itu sendiri. Padahal Dajjal belum
waktunya untuk terlahir kemuka bumi memimpin anak buahnya. Adapun yang ada
sekarang ini masih berupa sifatnya, dan itupun amat sulit untuk mengatasinya
selain dengan keimanan yang kuat, apalagi bila Dajjal terlahir, maka tidak
hanya bumi tempatmu berpijak yang akan hancur, namun sesungguhnya alam seisinya
inipun akan hancur pula berantakan sebagaimana yang diinginkan. Dan
sesungguhnya AKU Tuhanmu tidak menghendaki demikian.
4.
Oleh karena itu
adalah merupakan suratan pula bagimu untuk menyuratkan segala firmanKU, sampai
apimu habis tanpa apiKU masuk kedalam dirimu, terkecuali apabila tiba saatnya
kematian akan menjemputmu, dan engkau menghendaki jalan kemuksaan, sesungguhnya
masih ada kesempatan bagimu untuk memasukkan api KU tanpa mengorbankan kodrat2
yang ada disekitarmu.
5.
Dan sesungguhnya
jalan ini lebih baik bagimu, walaupun lambat atau bahkan mengalami kegagalan,
namun tiadalah akan membawa kerusakan serta tiada pula merubah kodrat, daripada
engkau tetap membiarkan segala firmanKU tersirat, serta kau suratkan pada dirimu
sendiri.
6.
Dan AKU Tuhanmu
Maha Mengetahui, bahwa engkau mempunyai kemampuan untuk itu, dan tidak pula
membuatmu binasa selain mempercepat kemoksaan kepadaKU, akan tetapi apakah
engkau juga mempunyai kemampuan pula untuk mematikan segala yang terisi didalam
ke empat nafsumu, disaat apiKU telah sepenuhnya berada didalam dirimu ?
7.
Padahal
sesungguhnya hal itu tidak akan mungkin dapat kau lakukan selagi kodratmu juga
sama dengan mereka2 yang lain, yang juga sama2 terlahir kedunia fana ini
melewati kandungan ibunya setelah sembilan masa terlampaui dengan selamat.
8.
Dan mungkinkah
pula engkau akan bisa melupakan duniamu secara benar seperti para MalaikatKU,
padahal awal kejadianmu dimuka bumi ini karena pertautan nafsu dari ibu
bapakmu, sedangkan makanan yang diberikan kedalam nafsu itu tak lain juga
terambil dari dunia itu sendiri.
9.
Oleh karena itu
janganlah se-kali2 engkau menyesali terhadaap sikapmu yang telah kau ambil guna
menyuratkan segala firmanKU, karena sesungguhnya hal itupun kau lakukan atas sepengetahuanKU.
Dan bila AKU menghendaki, segala firman inipun tak akan mungkin dapat kau
suratkan.
10.
Dan bukankah
pernah KU cobakan padamu, dalam sekian masa KU hentikan firmanKU tetap
bersemayam dalam hatimu, mampukah engkau menyuratkannya ? Hal itu sesungguhnya agar dapat membuatmu
mengerti, serta supaya tidak akan menyebabkan kesombongan bagimu, disamping
pula untuk dapat kau renungi dan kemudian engkau rasakan getaran firmanKU
merambat keseluruh dinding tubuhmu. Dengan demikian bukankah merupakan hikmah
pula bagimu ? Sehingga tanpa kau sadari mata bathinmu semakin peka
disaatmenghadapi permasalahan yang belum kau alami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar