- Walaupun demikian, bukanlah berarti kekuasaan laki-laki harus diganti dengan kekuasaan perempuan, bila didalam kenyataannya kekuasaan laki-laki telah gagal untuk membuat ketentraman dimuka bumi. Akan tetapi, seharusnya dari kegagalan itu bisa diambil hikmah kenapa harus gagal. Hal itu disebabkan karena kaum laki-laki tidak memandang sebelah matapun terhadap keberadaan kaum perempuan. Padahal, diciptakan unsur perempuan dari hawa, adalah semata mata untuk keseimbangan, supaya kekuasaan laki-laki tidak tak terbatas didalam memimpin dunia ini. Namun, karena pihak perempuan keberadaannya diremehkan, maka akhirnya mereka bersatu padu untuk menggeser kekuasaan laki laki dengan menggunakan rasanya. Serta mencoba sedikit demi sedikit ikut memegang kekuasaan memimpin dunia ini.
- Maka dengan demikian bagaimana jadinya dunia ini bila dipimpin oleh kedua kekuasaan ? Padahal mereka tahu, bahwa sesungguhnya kekuasaan itu haruslah bersifat Adam, sedangkan keseimbangan haruslah bersifat hawa.Sehingga adanya pergeseran kedudukan perempuan, yang semula dikodratkan sebagai unsur penyeimbang, secara tidak langsung teriradatkan sebagai kodrat baru menjadi unsur Adam. Dan, karena kejadiannya tidak murni secara alami, melainkan karena terpacu oleh keadaan nafsu, pantaslah bila akhirnya didalam dunia ini semakin lama menjadi semakin rusak, karena tiada unsur keseimbangan. Sebab, untuk keseimbangan bersifat air pendingin, sedangkan unsur kekuasaan bersifat api. Dan keduanya harus senantiasa seimbang satu sama lain.
- Dan seharusnya diantara keduanya, senantiasa saling menghormati, terhadap kodrat masing-masing fihak. Serta, harus pula mensyukuri keberadaan kodratnya. Dan bukan pula saling menyalahkan, bila ada kegagalan terhadap tugasnya diantara salah satu fihak. Akan tetapi, lihatlah kedalam diri masing-masing, kenapa diantara keduanya tidak bisa berjalan seiring.Dan bagi fihak perempuan, janganlah salah menafsirkan tentang berjalan seiring tersebut, adalah bukan untuk sama-sama memegang kekuasaan didalam memimpin dunia ini. Tetapi berjalanlah sesuai kodratnya, sebagai air pendingin. Begitu juga bagi kaum laki-laki, janganlah merasa karena dialah yang memegang kekuasaan, hingga bisa memimpin dunia sebagai kodratnya.
- Tidak tahukah kamu, bahwa hal itu karena kesombonganmu belaka. Bisakah api itu membakar tanpa ada sesuatu yang dibakar ? Bisakah engkau terlahir tanpa adanya unsur perempuan ? Sebagai perumpamaan sebuah mesin mobil; bisakah dia bergerak terus tanpa adanya air pendingin ? Bila mereka mengatakan bisa, maka tentulah akhirnya mesin mobil itu akan hancur, serta tak akan dapat dipakai lagi manfaatnya. Dan hal ini adalah merupakan gambaran bagimu, bila sekarang ini banyak orang terlahir antara kodrat dan jiwanya tidak sama. Kodratnya laki laki, jiwanya perempuan.Dan begitu pula sebaliknya, kodratnya perempuan, jiwanya laki- laki.
- Hal itu dikarenakan pihak kedua orang tua si anak, disaat ia masih berupa noktah yang tertanam didalam rahim ibunya. Bila pengaruh kekuasaan tersebut lebih cenderung kepada ayah, maka sifat anak adalah laki-laki, walaupun anak yang terlahir kodratnya perempuan. Begitupun sebaliknya. Dan apabila pengaruh kekuasaan tersebut hanya dari satu pihak, sedang pengaruh yang lain mati, maka terjadilah anak yang banci, bila kodrat lahirnya berbeda. Sedangkan bila antara kodrat lahir, dan pengaruh sifat yang ditanamkan sama, maka anak yang terlahir mempunyai sifat satu, sifat Adam atau sifat Hawa.
- Lalu apakah yang kau ketahui tentang anak-amak yang terlahir sebagai anak kembar siam? Yaitu apabila dua pengaruh kekuasaan
sama2 ada tertanam pada janin, dengan jumlah pengaruh yang sama sama besarnya,
maka sebagian besar akan terjadi dua Ruh dan dua raga. Dan hal itu dikarenakan umur
kelahiran yang ditentukan oleh kodrat asal, tidak seimbang dengan pembentukan
janin sampai menjadi bayi, maka akhirnya kelahiran tersebut tidaklah seimbang
dan tidak sempurna, sehingga menyebabkan kembar siam. Sedangkan mereka yang terlahir sebagai anak
kembar dua, atau lebih, itu dikarenakan bibit dari ayah memang lebih dari satu,
yang hidup bersenyawa dengan indung telur dari ibunya, yang karena kodrat dasar
pulalah yang menyebabkan demikian.
- Dan tahu pulakah kamu kenapa demikian? Hal
itu dikarenakan adanya inkarnasi suksma yang waktunya bersamaan, harus terlahir
kemuka bumi sebagai insan. Kenapa pula waktunya bersamaan? Hal itu
karena adanya iradhat kedua suksma itu sendiri, disaat mereka berdua hidup
didunia sebelum dizaman mereka terlahir, dengan cara mati bersama sama. Sementara rasa yang tertanam pada jiwanya waktu itu, lantaran keputus-asaan atau
kekosongan, dalam suatu wujud cita-cita, untuk senantiasa bersatu padu, dalam hidup
dan kehidupan yang akan datang.
- Bila perwujudan keputus-asaan atau kekosongan itu begitu dalam, maka akhirnya menyatu dalam satu tubuh dengan dua suksma. Jika semakin dangkal perwujudan putus-asa dan kekosongannya, maka penyatuannya tiadalah sempurna, yakni kembar siam tersebut. Akan tetapi, bila yang satu berisi kekosongan, dan yang lain keputus-asaan, maka akhirnya terjadi dua tubuh, dan dua jiwa yang berlainan jenis kelaminnya. Yang berasal dari keputus-asaan menjadi bayi perempuan. Sedangkan yang berasal dari kekosongan menjadi bayi laki-laki. Adapun sifat Adam dan Hawanya, adalah tergantung sifat kodrat, yang ditanamkan oleh kedua orang tua, dimana dia akan terlahir kemudian.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Selasa, 20 Mei 2014
JATISWARA KAWEDAR (seri 7)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar