Untuk mengetahui apakah kita telah menggunakan hati atau tidak, saat pilpres bulan Juli 2014 ini, adalah merupakan kesempatan emas. Pilihlah 1 diantara calon pilpres itu sesuai dengan hatimu. Jika apa yang kau pilih itu nantinya persis menjadi presiden terpilih, itu tandanya kita sudah menggunakan hati.
Sedikit gambaran didalam menggunakan hati; janganlah sekali-kali terpengaruh apa yang dikatakan atau diberitakan orang tentang baik atau buruknya. Berpengalaman atau tidaknya. Melainkan cukup merasakannya didalam hati, siapa diantara mereka yang akan terpilih.
Jika, didalam memilih orang lain, yang dalam hal ini merupakan peristiwa besar, yakni presiden republik Indonesia, tentu akan semakin mempertebal didalam diri, bahwa ternyata kita bisa menggunakan hati. Jika untuk kepentingan orang yang berada diluar raga bisa tepat, sudah barang tentu hati akan bisa dipakai untuk kepentingan diri sendiri secara tepat pula.
Jika apa yang kita pilih nantinya tidak sesuai dengan yang menjadi presiden, berarti kita belum menggunakan hati.
Jika memilih 1 orang diantara 2 pilihan saja sudah tidak tepat, dan salah sasaran, apalagi jika dihadapkan dengan masalahnya sendiri yang tentu lebih mengandung unsur keterikatan. Mengapa?
Karena orang yang kita pilih tidak memiliki unsur keterikatan nafsu, serta tidak ada unsur kepentingan apapun, baik terpilih atau tidak. Apalagi jika dihadapkan pada masalahnya sendiri. Jadi pilihan presiden ini merupakan kesempatan bagi kita, yakni bisakah hati ini dipergunakan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar