Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 11 Februari 2015

MASIHKAH MENYALAHKAN YANG DILUAR?



 Masih banyak orang yang selalu menyalahkan segala apa yang ada diluar. Terutama jika dilibas suatu masalah, dianggapnya bahwa yang diluar itu adalah merupakan bencana. Jika diluar itu berupa becana bagimu, tentu dirimu tidak akan pernah bisa hidup didunia ini. Tahukah? bahwa diluar itu yang sesungguhnya selalu memberikan keseimbangan bagimu, sesuai dengan apa yang menjadi kehendakmu. Baik itu kau sadari ataupun tidak.


Setiap sikap dan prilakumu yang menimbulkan perubahan, maka diluarpun juga akan mengadakan perubahan agar terjadi keseimbangan; antara yang diluar dengan apa yang ada didalam dirimu.

Tetapi, lantaran sikap dan prilakumu yang kau jadikan sebuah tindakan, tidak pernah kau sadari, sehingga otak dan pikiran tertutupi oleh nafsumu. Dengan begitu, disaat diluar raga mengadakan perubahan untuk menyesuaikan dengan dirimu, kau anggap sebagai suatu musibah. Sampai dirimu terhanyut terhadap pusaran masalah yang tidak berkesudahan.

Pernahkah dirimu melihat biji pepohonan?
Biji itu sebelum muncul ke permukaan bumi, akan tertancap kedalam tanah. Dan baru muncul ke permukaan setelah akarnya begitu kokoh kedalam tanah. Bahkan dengan akar tunjangnya akan selalu menerobos jauh kedalam untuk mencari keseimbangan diri terlebih dahulu.

Sebegitu keseimbangan didalam diri sudah dicapai, dia akan muncul kepermukaan tanah berupa tunas pohon yang makin lama makin tinggi. Semakin menuju keatas dengan daun dan dahan serta ranting yang rimbun, maka semakin dalam akar-akarnya mencengkeram bumi. 

Tahukah? Biji itu, yang semula kecil bahkan tidak nampak ketika berada didalam bumi, akhirnya tumbuh besar dipermukaan. Untuk siapa? Adalah untuk dirimu. Dengan memberikan buah-buahan yang ranum. Baik untuk tambahan makanan juga untuk obat-obatan, adakah yang diperbuat untuk pohon itu sendiri? Dan adakah, pohon yang semula berwujud biji itu diperuntukkan bagi dirinya sendiri? Yang terjadi ; justru pohon itu tak akan muncul kepermukaan jika tidak akan memberikan manfaat bagi makhluk selain dirinya.

Dan jangan menganggap bahwa pohon itu tidak memiliki ruh. Pepohonan, binatang dan makhluk halus juga sama memiliki ruh seperti dirimu. 

Semestinya diri kita merenungkan; bahwa pohon saja yang hanya memiliki ruh, bisa memberikan azas manfaat bagi siapapun. Sementara manusia yang dilengkapi dengan jiwa, ruh, akal, dan rasa, malahan lebih sering menyalahkan segala hal yang ada diluar dirinya. Mengapa?

Karena manusia lebih mementingkan keluar raganya untuk menuju keatas. Sedangkan kedalam dirinya belum pernah dilakukan. Seandainya dilakukan, hanya sebatas menempel dipermukaan saja, sehingga ketika ada masalah kecil akarnya mudah tercerabut, apalagi jika ditimpa prahara.

Semestinya, janganlah sekali-kali kepermukaan sebelum akar kehidupanmu benar-benar kokoh kedalam. Dan jika sudah muncul kepermukaan, selalu adakan penyesuaian terhadap apa yang ada diluar, yakni dengan semakin memperkokoh akar tunjangmu kedalam diri. Semakin tinggi dirimu menuju keatas, harus semakin dalam jiwamu menuju pada jati diri.

Intinya : semakin sering kita menyalahkan yang ada diluar, menunjukkan semakin memperjauh terhadap jati diri. Seharusnya, semakin tinggi dirimu terbang memperjuangkan mimpi-mimpimu, harus semakin dalam pengenalan jati diri, agar selalu terjadi keseimbangan antara diluar dan didalam. 

Jangan sampai dirimu bagaikan pohon; yang mudah terombang-ambing oleh prahara kehidupan, yang akhirnya tumbang tanpa memberikan azas manfaat apapun bagimu sendiri, apalagi untuk orang lain. 

Lantas; masihkah akan menjadikan kesombongan bagimu, bahwa dirimu adalah makhluk yang sempurna?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar