Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 26 Maret 2015

ANTARA MENDAPATKAN DAN MEMILIKI



Kita berada didunia ini adalah semata-mata untuk #mendapatkan, baik dengan cara mencari maupun dengan cara menggali. Namun janganlah selalu berusaha untuk #memiliki. Dan tujuan mendapatkan adalah untuk mengenali serta menggali terhadap segala sifat dari apa yang kau dapatkan. Kemudian pancarkan cahaya hatimu, lewat sentuhan tanganmu, panca indramu atau lewat batinmu. Dengan begitu akan muncul gelombang rasa yang timbal balik antara hatimu dan apa yang kau dapatkan. Begitu pula seterusnya, sehingga apa yang kau dapatkan akan semakin banyak, khususnya didalam perbendaharaan rasa yang tersimpan didalam dunia paralel yang tercipta menjadi sejarah kehidupanmu sendiri dan tertulis lewat pancaran cahaya dari hatimu.


Tetapi, jangan sesekali apa yang kau dapatkan itu, lantas kau coba untuk memilikinya. Sebegitu dirimu memiliki, yang muncul justru nafsumu, dan apa yang kau dapatkan akan tersimpan didalam nafsumu. Dan jika nafsumu semakin banyak tersimpan segala apa yang kau dapatkan, maka nafsumu akan semakin terbebani serta terkotori oleh hal-hal dari luar raga. Lalu bagaimana mungkin nafsumu bisa terbang secepat asalnya diciptakan? Padahal dirimu tahu, bahwa nafsumu itu adalah merupakan kendaraan multi guna bagimu. Terlebih, jika sudah semakin banyak energi dari apa yang kau dapatkan merasuk kedalam tubuh nafsu, disamping mencemari, juga akan mengubah energi nafsu menjadi beberapa warna rasa lain yang tidak kamu kenali. Mengapa hal itu terjadi?

Sebab, ketika segala sesuatu yang kau dapatkan lantas berusaha untuk kau miliki, maka pada saat itu, energi ataupun anti energi yang ada, akan berubah menjadi materi. Dan jika sudah berubah menjadi materi, tentu akan menciptakan daya tarik menarik, serta akan pula memunculkan elektro magnetik yang merusak jiwa dan ragamu sendiri.

Dengan begitu dirimu juga akan berubah, lebih banyak unsur materi dibandingkan unsur non materi. Sehingga akan mengubah pula sifat dari rasa yang ada didalam dirimu. Yang semula tercipta untuk mendapatkan semua hal yang ada disemesta untuk dirasakan, tanpa memindahkan dari tempatnya, . Lantas berusaha untuk kau tarik menjadi sesuatu yang kau miliki, dan tersimpan kedalam nafsumu. 

Sehingga, semakin lama unsur non materi didalam dirimu akan semakin tersisih. Manusia batinmu akan semakin terkotori oleh materi, dan dirimu tak akan pernah bisa lagi untuk mendapatkan hal-hal baru dari luar ragamu. Batinmu akan semakin lama akan semakin tumpul. Lalu bagaimana mungkin dirimu akan mudah mendapatkan kebahagiaan, keindahan, dan kedamaian? Sementara sudah amat sedikit sekali kemurnian rasa yang ada. Baik dalam dirimu, atau yang masih tersimpan di alam semesta ini. 

Dan dirimu hanya bisa menikmati apa yang telah kamu miliki selamanya. Dan hal ini akan membuatmu hidup penuh kebosanan, kejenuhan, kesengsaraan dan lainnya. Dirimu tidak akan bisa lepas dari kepemilikan itu, sebab sudah terikat erat dengan gelombang elektro magnetik yang terpancar lewat segala apa yang telah dimiliki. Hal itu akan terus berputar-putar didalam dirinya, memagari segala rasa lain yang tidak sejenis dari luar raganya.

Hal itulah yang membuat adanya suatu keadaan; bahwa orang semakin kaya materi ada kecenderungan mengejar non materi. Begitu pula sebaliknya, semakin kaya non materi ada kecenderungan untuk mengejar materi.

Intinya : perbanyaklah untuk mendapatkan, tetapi bukan untuk memiliki. Agar dirimu dapat semakin banyak menyimpan rasa yang tetap murni, untuk dirasakan, untuk dibuktikan, untuk disaksikan, tanpa harus selalu dimiliki, agar tetap tersimpan didunia paralelmu. Dan jangan terlalu banyak memiliki, selain apa yang menjadi kebutuhanmu, agar ruang unsur non materi tidak semakin sempit karena non materi bersifat rasa dan bukan bersifat logika. Jika ruang non materi sempit, bagaimana akan bahagia? Sebab hanya non materi saja yang membuat orang bahagia, indah, dan damai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar