Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 24 Maret 2015

BERCUMBU DENGAN SEMESTA


Jika dirimu mendapatkan warna rasa dari luar raga, jangan serta merta lantas membiarkan rasa itu masuk kedalam dirimu tanpa diawali dengan kesadaran. Bahwa sesungguhnya segala rasa yang masuk kedalam diri adalah semata-mata karena adanya ketidak seimbangan didalam dirimu. Apalagi, jika ketidak seimbangan itu lantaran dari kekurangan energi dari nafsumu yang bersemayam di liver. Sehingga akan membuat yang dari luar akan datang berupa gelombang energi untuk mengisi nafsumu.


Selanjutnya energi akan merasuk sebagai warna rasa, lewat gelombang getaran yang akhirnya akan menuntunmu untuk "ingin "memiliki.

Dan hal ini merupakan suatu kesalahan yang amat besar bagimu. Sebab, disaat dirimu sudah merasa untuk memiliki, maka semua akan datang padamu, karena sifat pemilik itu telah merasuk kedalam jiwa dan ragamu. Padahal, dirimu bukanlah merupakan pemilik yang sah selain dia adalah Tuhanmu sendiri. Sedangkan sifat pemilik bukanlah sebagai peminta, tetapi adalah pemberi. Dan jika sudah dalam keadaan demikian, bagaimana mungkin dirimu bisa bersatu dan bercumbu? Sementara hukum kekekalan atau keabadian adalah memasukkan yang kecil menuju yang besar. Dan bukan dibalik; bahwa yang besar masuk pada lubang yang kecil. Yang makro masuk pada mikro, ataukah yang mikro merasuk pada yang makro. 

Semestinya, disaat ada gelombang getaran dari luar ragamu datang, bukan lantas kau buka pintu hatimu agar gelombang itu masuk kedalam dirimu. Tetapi, dirimulah yang harus merasuk kedalam getaran itu. Hatimu yang harus datang keluar raga untuk menjemput gelombang rasa itu. Dan bukan sebaliknya gelombang rasa itu yang merasuk dalam dirimu. Sebab dirimu sudah diselimuti oleh ragamu yang mengandung materi. Sehingga sebagai sifat materi maka dia akan menarik non materi menuju dirinya. Dengan demikian, segala rasa dari luar yang semula berupa non materi, akan berubah pula menjadi materi ketika telah bercampur dengan dirimu. Akhirnya unsur materi didalam dirimu akan semakin banyak, serta semakin banyak pula ragamnya, yang mungkin dirimu tidak akan mengenal lagi seperti semula dirimu diciptakan.

Tetapi jika saat muncul getaran dari luar ragamu, dan hatimu bergetar, sambutlah getaran itu dengan hatimu serta satukan dengan getaran dari luar sehingga akan membentuk sebuah kasih yang utuh dan saling memancarkan gelombang kasih yang saling isi mengisi. Dan dari gelombangnya akan selalu memberikan cahaya tidak hanya ada pada jiwa dan rasamu. Tetapi juga akan menyelimuti seluruh ragamu ikut bercahaya.  

Tetapi, jika dirimu mencoba untuk melawan, padahal dirimu tidak akan mampu untuk melawan segala rasa dari alam yang lebih besar, tentu dirimu akan semakin tersiksa bahkan bisa membuatmu semakin tertekan dan mungkin akan pingsan. Sebaliknya jika dirimu membiarkan gelombang itu masuk kedalam dirimu, maka dadamu akan semakin sesak nafas, seluruh tubuhmu akan bergetar dan tersiksa, tidak tahu apa yang akan kau lakukan.

Intinya : jika ada getaran rasa dari luar, hatimu yang harus keluar untuk menyambut dan mendapatkan getaran itu untuk dirasakan, sehingga dirimu akan mendapatkan yaitu kasih dari tuhanmu, tanpa mengubah dirimu menjadi tuhan. Jika dirimu membiarkan getaran itu masuk kedalam diri, berarti dirimu mencoba untuk memiliki dan menjadi tuhan itu sendiri.

Jika dirimu menentangnya dan mengadakan perlawanan, sanggupkah ada seorang hamba melawan tuhannya? Dan apa yang akan kau lakukan, baik memasukkan gelombang getaran maupun melawannya, yang kau dapatkan hanyalah sia-sia belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar