Jika dirimu sedang terpanah oleh cinta, janganlah dulu menduga bahwa itu adalah sebuah cinta. Kendati getaran rasa itu telah menyusup keseluruh jiwa dan ragamu. Sebab bisa jadi, itu hanyalah merupakan bayangan dari kehidupanmu yang kelam yang masih tersisa. Sehingga disaat dirimu teringat masa lalumu, sisa getaran itu akan kembali muncul dari pikiran, kemudian berpapasan dengan getaran dari luar ragamu. Yang juga memiliki sisa rasa dimasa lalunya, lantas. bertemu dan saling memancarkan gelombang cinta tak bertuan.
Dan jangan pula dirimu merasa; bahwa setiap getaran, lantaran pesona raga dan rupa, atau harta, akan bisa mengikat dua jiwa dalam sebuah cinta. Apalagi jika matamu telah juling, ketika merasa bahwa harta akan dapat mengikat jiwa menjadi sepasang. Yang ada, justru akan berantakan ditengah jalan. Karena mata hatimupun akan juling didalam menerka sebuah cinta. Semestinya, dirimu harus melihat, cinta apa yang kamu butuhkan satu sama lain. Dan bukan cinta yang saling berseberangan jalan. Sebab, cinta tidak bisa terganti, oleh seberapa banyak harta yang kau miliki, jika yang dibutuhkan adalah cinta sejati.
Dan jangan pula selalu menjadi pecundang, jika cintamu putus ditengah perjalanan, menyebar luka, menyebar duka, dan menyebar petaka, bahwa dirimu menderita. Kesemuanya itu adalah salahmu sendiri. Dan bukan lantaran pihak ketiga dirimu patah, bukan pula lantaran dusta diantara keduanya. Yang terjadi, adalah karena cinta yang tak berjiwa. Sehingga satu sama lain mencoba untuk saling menghancurkan, penuh dendam terhadap sosok yang pernah dianggap sebagai belahan jiwanya.
Berhentilah untuk mencari pembenaran, ataupun pengakuan; bahwa dirimu masih mencintai. Apalagi jika dirimu selalu menyebarkan ancaman, serta mencari teman yang pernah mengalami hal yang sama seperti dirimu. Karena sesungguhnya, cinta tidaklah seperti itu, semua yang terjadi; lantaran keduanya memang bukan merupakan belahan jiwa. Lalu bagaimana mungkin cintamu akan sejiwa dan bersatu?
Ketika cinta sudah tidak berjiwa, untuk apa meratapi, kembalilah bangkit, kemudian berjalanlah kedepan, dan bukan mundur kebelakang. Apalagi masih berkehendak untuk tetap memeluk kenangan, serta masih meratapi bayang-bayang keindahan dimasa silam. Sebab semua akan tetap sia-sia. Yang ada, justru akan menimbulkan penderitaan yang semakin dalam, terhadap dirimu sendiri. Namun yang penting bagimu, kembalilah merajut hidupmu seperti biasanya, agar dirimu dapat kembali pula menemukan jiwamu yang telah hilang, sehingga cintamu pun akan berjiwa kembali, bersama hatimu didalam menyongsong masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar