Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 13 April 2015

4 UNSUR KEHIDUPAN DAN KEMATIAN



Manusia bisa menjalani kehidupan itu lantaran adanya 4 unsur yang ada diluar dan didalam raganya. Dan keempat unsur ini yang membuat manusia bahagia, tentram dan damai, dan keempat unsur itu pula yang membuat manusia celaka. Yang memberi kehidupan, sekaligus yang membuat kematian. Mengapa? Karena, bisakah seseorang hidup tanpa salah satu dari keempat unsur itu? Satu sama lain akan saling melengkapi secara seimbang. Jika salah 1 unsur itu tidak ada, atau keberadaannya tidak seimbang antara yang satu dengan yang lain tentu akan ada pengaruh besar pada dirinya.


4 unsur dimaksud adalah : Air; api; angin; dan tanah. 

Keempat unsur diatas benar-benar dominan bagi manusia, sehingga manusia harus selalu menjaga keseimbangan diantara keempat unsur itu. Adanya bencana dari salah 1 unsur akan merusak ekosistem yang ada, belum lagi kerusakan akibat bencana yang ada. Yang pada intinya adalah; akibat unsur itu menyesuaikan dirinya untuk kembali seimbang seperti semula. Pada saat terjadi bencana berapa banyak korban yang berjatuhan, termasuk korban harta benda dan nyawa. 

Begitu pula halnya jika adanya keempat unsur didalam manusia batin tidak seimbang maka akan terjadi pula kerusakan ekosistem didalam diri manusia itu sendiri.

Kalau bencana dalam rangka penyesuaian keseimbangan diluar diri, kemungkinan kita masih bisa menghindar atau terlepas dari bencana. Tetapi bagaimana dengan keempat unsur itu jika terjadi didalam diri, dan kita mau lari menghindar kemana??


Jika kerusakan akibat bencana dari salah satu unsur diluar raga berakibat umum yang sifatnya umum. Sebaliknya jika kerusakan keempat unsur didalam diri sifatnya khusus dan akan menimpa pada dirinya sendiri. Walaupun bisa juga imbasnya bisa terkena pada orang lain.

Adanya bermacam-macam penyakit yang diderita, baik yang menular maupun yang bersifat genetika, akibat karena kecelakaan semuanya tidak terlepas dari adanya bencana karena salah satu unsur yang tidak seimbang itu tadi.

Semestinya adanya bencana yang terjadi diluar diri itu bisa dijadikan semiotika, bahwa segala kerusakan itu terjadi adalah akibat dari ulah manusia, yang secara bersama dan secara periodik, merusak sifat dan habitat masing-masing unsur. Dan jika dikalangan yang besar saja unsurnya bisa rusak dan menimbulkan bencana, apalagi jika unsur itu ada didalam diri manusia itu sendiri. Apa yang harus kita lakukan? 

Intinya : segala sesuatu yang ada didalam diri manusia juga sama persis dengan apa yang ada diluar raga. Karena kita memang tercipta dengan sifat, zat, dan habitat yang sama pula, walau dalam scope yang lebih kecil. Bahkan bencana didalam diri, akibatnya bisa jauh lebih besar lagi. Jika bencana yang terjadi diluar raga kita bisa menghindar, tetapi kalau kejadian didalam raga, bagaimana mungkin bisa menghindar?

Oleh karena itu selagi belum mengalami bencana didalam diri, maka sebisanya unsur-unsur yang ada, haruslah senantiasa dijaga dan diperhatikan. Supaya keadaannya selalu dalam keadaan seimbang. Sehingga akan membuat diri kita hidup bahagia, penuh keseimbangan antara pemenuhan raga dan batinnya. Kalau tidak, ya siap-siap saja mengalami penderitaan, bahkan kematian. Kendatipun 4 unsur itu yang membuat kita bisa menjalani kehidupan, dan 4 unsur itu pula yang akan mengantarkan kita menuju kematian. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar