Bermakna dan tidaknya perasaan yang datang pada, tergantung seberapa perduli kita menyikapinya. Sebab setiap perasaan datang itu tidak mungkin secara tiba-tiba, dan pasti lewat proses pikiran. Ketika didalam berpikir lantas mengalami kebuntuan dan tidak adanya jalan keluar, maka pada saat itu lantas perasaan akan berkecamuk sedemikian rupa. Namun seluruh perasaan yang datang itu pasti diawali oleh perasaan takut itu sendiri. Yang kemudian akan berkembang menjadi perasaan lain. Seperti halnya marah; susah, benci, iri dan dengki, atau bahkan bisa menimbulkan rasa dendam terhadap siapa yang membuatnya rasa takut.
Adapun kemunculan perasaan takut ini bertujuan untuk diri manusia untuk mempersiapkan diri didalam menyeimbangkan rasa, ketika ada sesuatu hal dari luar raga yang akan masuk kedalam diri ketika ada warna rasa yang lain dari luar raga. Warna rasa itu muncul ketika akan terjadi suatu kejadian atau peristiwa yang akan menimpanya. Sedangkan unsur yang diperlukan didalam diri untuk menyeimbangkan itu belum ada. Antara lain rasa ketakutan dikejar-kejar tagihan hutang, adanya rasa takut ditinggal kekasihnya, adanya ancaman orang lain yang merasa dilukai atau dikhianati. Semakin besar rasa ketakutan itu muncul kedalam diri maka akan semakin panik dan semakin tidak sadar akan dirinya. Padahal diri manusia itu tercipta dalam keadaan sempurna dan dalam keadaan otomatis seperti halnya kendaraan matik. Ketika ada rasa lain yang asing dari luar maka sesungguhnya dari dalam diri manusia juga akan muncul anti bodi seperti halnya seseorang manusia kemasukan virus penyakit baik menular maupun tidak.
Didalam diri manusia ada yang namanya sel-sel darah putih atau anti toksin, ada juga yang namanya zat getah bening, ada dopamin, adrenalin, dan lain-lain. Yang fungsinya adalah semata-mata untuk mencegah segala hal atau unsur yang masih asing atau belum pernah dialami oleh raga batin seseorang.
Jadi sebegitu ada hal lain yang masih asing masuk kedalam diri, secara otomatis manusia batin akan memunculkan perasaan takut dan khawatir. Dengan tujuan supaya dari dalam diri akan muncul penangkal unsur asing tersebut. Sehingga, sebegitu rasa takut dan khawatir itu muncul, maka dari dalam diri akan memunculkan pula zat-zat penangkal yang dibutuhkan sebagai anti bodi.
Akan tetapi karena sifat manusia itu sendiri, ketika unsur asing dari luar berbaur dengan unsur penangkal dari dalam malah membuat ketidak sadaran diri, sehingga rasa takut yang semula kecil akan semakin membesar menjadi khawatir. Dan bahkan ikut menciptakan rasa takut ke hal-hal lain yang belum terjadi. Sehingga bagaimana mungkin unsur asing dari luar itu akan sirna, jika rasa ketakutan itu justru kita tingkatkan sendiri.
Semakin tidak sadar seseorang didalam mengalami rasa ketakutan, maka unsur ancaman itu akan semakin besar. Baik ancaman dari luar raganya, maupun ancaman dari dalam batin yang dia munculkan sendiri.
Semestinya ; ketika rasa takut awal itu muncul, sesegera mungkin munculkan pula kesadaran diri. Bahwa semua itu akan dapat teratasi dengan baik. Bagaimana cara mengatasi unsur asing yang menimbulkan warna rasa ketakutan dari luar raga tersebut?
Adalah dengan meyakini bahwa unsur asing yang berupa beban atau musibah itu pasti datangnya terukur, sesuai dengan kemampuan kita. Semua yang datang dari luar itu wujudnya adalah cobaan, jika hal itu menyangkut otak kanan atau batin. Dan berupa ujian jika menyangkut otak kiri.
Dalam hal menyangkut masalah cobaan yang berasal dari akar kata "coba", tentu tidak akan ada efek samping apapun, serta tidak mengandung unsur nilai, selain berupa hikmah dan makna bagi mereka yang mencoba menghadapinya.
Disamping itu masalah cobaan hanya bersifat rasa. Oleh karena itu kita harus menekankan rasa yang ada pada diri untuk semakin meningkatkan kesadaran didalam menghadapi. Yakni dengan penuh ketabahan, kesabaran, dan keprihatinan. Sehingga ketika rasa takut itu datang, maka unsur zat penyeimbang dari dalam diri akan mengalir deras, dan zat adrenalin dalam diri akan menyesuaikan diri dengan selaras, serasi, dan seimbang didalam menangkal unsur asing yang datang dari luar raga. Baik diciptakan oleh orang lain dengan sengaja maupun dengan tidak sengaja.
Intinya : saat rasa takut itu muncul, maka sadarilah bahwa didalam diri pasti akan muncul zat penyeimbang untuk menangkal unsur asing dari luar diri. Dan jangan malah menambah rasa ketakutan baru dengan memunculkan suatu akibat, yang seolah-olah akan dialami jika unsur asing itu masuk kedalam diri. Sehingga dengan demikian, munculnya rasa ketakutan awal sebagai peringatan untuk memunculkan zat penyeimbang, menjadi tidak bermakna apa-apa. Alih-alih akan bisa menangkal unsur asing dari luar raga. Yang ada malahan memunculkan ketakutan baru dari dalam diri sendiri. Jalan terbaik adalah dengan pasrah secara total, agar rasa ketakutan itu menjadi bermakna mendatangkan hikmah, khususnya didalam menjalani cobaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar