Jangan mudah menceritakan susah dan bahagiamu kepada orang lain. Mengapa? Karena disaat dirimu susah dan bercerita, maka secara tidak sadar, orang terhanyut akan susahmu. Sehingga susahmu semakin lama semakin membesar, bergumul dalam dirimu. Itu terjadi, karena semua orang tidak menginginkan susah. Sebegitu kamu bercerita, maka orang itu akan menggunakan kesempatan pula bercerita tentang susahnya sendiri. Dengan begitu dirimu juga terhanyut antara dua kesusahan yakni dari luar dan dari dalam. Kemudian semakin campur aduk merasuk kedalam dirimu. Padahal siapa tahu susah orang lain itu telah lama berlalu, namun masih menjadi bangkai didalam dirinya, lantas dilimpahkan pula kepadamu.
Sehingga bagaimana mungkin dirimu bisa terlepas dari kesusahan itu? Sedangkan kesusahanmu sendiri saja tidak bisa kamu atasi, apalagi ditambahi dengan kisah kesusahan orang lain yang pernah dialami.
Sebaliknya, jangan pula mudah untuk menceritakan kebahagiaanmu pada orang lain. Sebab dengan dirimu bercerita, akan semakin mempercepat rasa bahagia itu hilang dari dalam dirimu. Mengapa?
Karena tidak seorangpun yang menolak kebahagiaan untuk terjadi pada dirinya.
Ketika dirimu bercerita, tentu orang lain itu secara tidak sadar akan menarik rasa bahagia itu darimu, agar bisa juga merasakan kebahagiaan seperti yang kamu rasakan.
Semakin banyak orang yang mendengar kebahagiaanmu, maka akan semakin banyak pula susutnya rasa bahagia itu dari dalam dirimu. Apalagi jika diantara mereka yang kamu ceritakan, ada yang sedang mengalami kesusahan. Yang tentu saja akan berusaha menggunakan rasa susah, dari dalam dirinya berpindah kepadamu. Dan mencoba menarik dan merasakan kebahagiaan yang kamu rasakan.
Intinya : jika dirimu mengalami kesusahan lantas diceritakan pada orang lain, maka kesusahan yang ada, akan semakin bertambah parah, dan bertumpuk, serta akan menjadikan beban yang semakin berat.
Sebaliknya; jika menceritakan kebahagiaan yang sedang kamu rasakan, maka rasa kebahagiaan itu malahan akan semakin mudah sirna. Alih-alih akan semakin bahagia, yang terjadi, justru akan mengalami penderitaan, dan kesusahan; melebihi kebahagiaan yang kamu alami.
Dan didalam mengalami kebahagiaan; seyogyanya perbanyak rasa syukur, agar kebahagiaan yang kamu rasakan semakin bertambah. Dan jika dirimu mengalami kesusahan, perbanyaklah rasa prihatin, ketabahan dan kesabaran dengan penuh kepasarahan. Niscaya kesusahan yang kamu alami akan segera berakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar