Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 08 Agustus 2015

JANGAN TERKECOH TUHAN PALSU



Semakin banyak kesulitan dan penderitaan yang dialami seseorang, akan semakin mudah mengalami kekacauan dan semakin gampang melupakan akal sehat. Pada saat seperti ini biasanya akan lari pada orang-orang yang dianggap pintar atau dianggap memiliki daya linuwih. Terutama jika mereka sudah berkali-kali gagal didalam berdoa pada tuhannya. Khususnya disaat melepaskan diri dari penderitaan yang membelitnya. Ada yang berpindah agama, ada yang belajar segala macam ajaran spritual tertentu. Yang pada dasarnya adalah untuk menghindari segala penderitaan yang membelit dirinya.


Dan semakin banyak jumlah orang-orang yang mengalami penderitaan seperti itu, maka akan semakin menjamur orang-orang yang mengaku pandai menghilangkan masalah yang disandangnya. Bahkan dijadikan penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Dan untuk mempromosikan kehebatannya, banyak yang tidak segan-segan untuk berlindung dibalik agama yang mendominasi masyarakat dimana banyak orang-orang yang menderita.
Kemudian dengan segala cara akan mempromosikan bahwa ajaran yang dianutnya itu hebat. Ajaran yang dianutnya bisa menghilangkan segala masalah apapun yang diderita. Padahal, dibalik semua itu secara implisit adalah untuk mempromosikan dirinya sendiri.

Dengan adanya semakin mempercayai apa yang dikatakan dan apa yang dituliskan itu sama halnya dengan mencari tuhan diluar raganya sendiri. Semestinya mereka mau berpikir dan menggunakan akal sehatnya. Jika dirinya sendiri saja tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya, bagaimana mungkin orang lain yang diluar raga akan mampu untuk menghilangkan penderitaan yang ada didalam dirimu???? Padahal inti semua permasalahan yang kamu sandang itu adalah semata-mata karena #akalmu sedang dalam keadaan sakit. Sehingga dengan akal yang sakit atau tidak sehat, maka tidak mungkin suara hatimu bisa ditangkap secara jelas. Sehingga akalmu tidak bisa memilah-milah jawaban hati secara benar untuk dipikir. Baik otak kiri maupun otak kananmu tidak akan bisa melaksanakan tugasnya sesuai dengan habitatnya. Dan jika dirimu meminta petunjuk pada orang-orang yang ada diluar ragamu, justru akan semakin memperparah penyakit dalam akalmu, yang lambat laun juga akan merusak seluruh perangkat lunak dalam dirimu.

Bagaimana mungkin??? Didalam diri saja tidak bisa mengembalikan akalmu kembali sehat, lantas datang pada orang diluar ragamu yang memiliki pamrih tersembunyi. Demi keuntungan pribadinya serta keluarganya bahkan keturunannya. 

Dan bisa saja orang diluar ragamu mampu memberikan jalan keluar. Tetapi itu hanya sebatas #motivasi_diri untuk menyembuhkan akalmu dari sakit. Sebegitu akalmu telah sembuh, sesungguhnya hal itu adalah akalmu sendiri yang berperanan penting untuk menyelesaikan segala kesusahan dan penderitaan. Dan bukan orang-orang diluar ragamu.

Dan tidak sedikit pula orang-orang yang pernah menolongmu lantas meninggal, lalu dilanjutkan oleh anak keturunannya, untuk melanjutkan profesi orang tuanya. Maka berhati-hatilah. Karena bisa jadi mereka lebih membahayakan dari orang tuanya. Jika yang semula orang tuanya berlindung dibalik agama, dan berlindung dibalik ayat-ayat ketuhanan. Maka anak dan keturunannya berlindung dibalik kemasyhuran nama ayahnya. Padahal bisa jadi anak-anaknya tidak memiliki ilmu dan pengetahuan yang sama seperti yang disandang orang tuanya. Apa yang terjadi jika orang-orang seperti ini semakin menjamur??? Yang ada, akan banyak tuhan-tuhan palsu semakin bergentayangan untuk mencari mangsa. Sedang tuhan asli yang ada didalam diri masing-masing orang, akan semakin terasing dan tidak dikenal oleh hambanya sendiri.  

Sadarlah wahai jiwa-jiwa yang gersang! Sembuhkan dahulu akalmu agar dapat kembali kau pergunakan untuk mendengar suara hatimu. Untuk merasakan suara tuhanmu sendiri. Karena sesungguhnya tuhanmu tidak akan pernah meninggalkan sedetikpun sampai ajalmu datang. Dan hanya dialah tempatmu berlindung. Dan hanya dialah sebagai penolongmu, sepanjang dirimu menolong tuhanmu. Sebab dengan menolong tuhanmu itu yang akan membuat akalmu kembali sehat. Sehingga akalmu tidak malahan berlindung kepada nafsumu, untuk berperang melawan #jiwamu_sendiri. Sehingga untuk mempertahankan kehidupanmu, maka jiwamu akan pula diperbudak oleh akalmu yang terlumuri nafsumu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar