Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 30 Agustus 2015

KEBENARAN SESUNGGUHNYA



Jika dirimu telah menemukan suatu kebenaran yang tiada pemiliknya, tiada yang mengaku serta memperdebatkannya, tiada memikirkannya, itulah kebenaran yang sesungguhnya. Dan kebenaran seperti itu sudah dipakai secara universal tanpa lagi bertanya dari mana sejarahnya, itulah kebenaran. Semua orang diseluruh dunia akan memakainya sesuai dengan penempatan kebenaran itu pada dirinya. Baik yang diungkapkan lewat panca indranya ataupun ditangkap oleh batinnya, tanpa lagi ada pertentangan didalam dirinya, tanpa lagi ada perdebatan. Maka itulah kebenaran yang sesungguhnya.

Dan jika masih terjadi perdebatan jangankan dengan orang lain, bahkan masih berdebat dengan dirinya sendiri, maka apa yang kau temukan itu bukanlah merupakan kebenaran yang sesungguhnya.


Pernahkah terlintas didalam diri kita masing-masing siapa yang menemukan angka 01 sampai 10?? Serta adakah yang memperdebatkannya? Adakah pula yang mencoba untuk mencari siapa penemu huruf-huruf sehingga menjadi kata. Termasuk urutan nada mayor dan minor. Sehingga menjadi bermilyar lagu, tanpa ada yang membuat pertikaian. Bahkan tidak ada satupun seseorang didunia ini yang mempermasalahkan tentang bahasa yang dipakai oleh entitas tertentu.

Malahan yang terjadi, jika ada istilah asing yang tidak mengerti hanya bertanya apa arti istilah tersebut. Begitu diberitahu langsung akan dipakai untuk komunikasi.

Begitu pula mengenai warna rasa, serta nama-nama yang ada didalam diri manusia, bahasa, nama binatang dan nama apapun yang ada didunia ini. Tidak ada seorangpun yang memperdebatkan. Mengapa???

Karena tidak ada kehendak dari masing-masing orang atau kelompok untuk menekan agar memakai istilah yang diterapkan oleh kaumnya. Sebegitu terjadi adanya penekanan antara kaum yang satu dan yang lainnya, maka sejak saat itulah akan terjadi pertikaian dan persilangan pendapat. Bahkan bisa terjadi pertumpahan darah.
Itulah sesungguhnya kebenaran.

Intinya : Segala sesuatu yang tanpa diperdebatkan, tanpa dicari siapa penemunya, serta tanpa dipikirkan dari mana istilah itu berasal, namun semua orang telah mengerti, itulah kebenaran itu sendiri.

Yang menjadi masalah adalah, kenapa diantara kita tidak ada kehendak untuk menekannya??

Jawabnya adalah karena masing-masing orang ada hasrat untuk mengharapkan pengakuan bahwa dirinya benar dan orang lain salah. Sehingga yang dijadikan perdebatan adalah segala hal yang masih berada di daerah abu-abu, baik yang dirasakan oleh dirinya sendiri maupun orang lain.

Dan daerah abu-abu itulah yang senantiasa menjadi lahan perebutan didalam pencarian sehingga bisa ditemukan hal-hal bagi dirinya. Tetapi dirinya ingin mendapatkan teman untuk menjalani secara bersama-sama. Yang hal ini menunjukkan bahwa dirinya sebenarnya ada rasa kekhawatiran bahwa apa yang dicari dan ditemukan itu justru akan membuatnya menuju kehancuran atau penderitaan melebihi apa yang telah dijalankannya saat ini.

1 komentar: