Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 05 September 2015

HAKEKAT MENYEKUTUKAN TUHAN



Sesungguhnya apa yang dimaksud dengan menyekutukan tuhan. Dan kita dilarang keras, bahkan dosa yang tidak terampuni bagi seseorang yang menyekutukan tuhan. Mengapa???

Ada 2 alam yang ada serta banyak yang tidak menyadarinya. Yakni :


1. Alam mikro/jagad cilik atau alam didalam dirinya sendiri yang terdiri dari 3 entitas AKU, yang satu sama lain saling melengkapi. Yakni AKU untuk tempat meminta(ruh di jantung)sebagai entitas yang meminta ; dan Aku yang mengendalikan permintaan(jiwa dikepala); serta aku merupakan entitas peminta(nafsu di liver).

Urusan yang ada didalam diri semuanya diatur dan disediakan oleh koordinasi 3 entitas "Aku".

2. Alam makro/jagad gede atau alam diluar raga. Fungsinya adalah untuk menyediakan segala hal yang sifatnya adalah untuk ketersediaan semua apapun yang menjadi kebutuhan lahir dan batin manusia secara mentah atau apa adanya.

Dan walaupun semua hal tersedia dialam makro, akan tetapi terikat akan hukum alam makro, yang hanya bisa dihubungi oleh hasil koordinasi 3 perangkat entitas aku didalam diri, lewat manusia raga sesuai dengan keputusan yang diwujudkan menjadi buah pikiran dan warna rasa.

Segala entitas yang ada diluar raga sifatnya hanyalah merupakan "VARIABEL" saja. Sedang yang ada didalam raga sifatnya ada 2 yakni : " VARIABEL dan HASIL AKHIR".

Serta yang mengetahui tepat dan tidaknya suatu kehendak didalam diri. Dan itupun yang mengetahui adalah dirinya lewat " KESADARAN DIRI" dalam artian ; memenuhi kehendak dari ke 3 entitas didalam diri. Sehingga akan menimbulkan suatu ekosistem diri. 

Jika "aku didalam nafsu" meminta pada alam diluar raga, sudah pasti akan merusak ekosistem yang didalam. Disamping itu sama halnya dengan mengambil variabel dari makro kosmos untuk ditanam kedalam diri atau mikro kosmos. Sebegitu variabel dari luar masuk, maka sejak saat itu akan terjadi perubahan besar2an didalam diri serta kemurnian didalam diri otomatis juga akan berubah. Mari kita bandingkan : 

Jika sesendok gula masuk pada segelas air, maka gulanya akan larut didalam air. Sebaliknya jika sesendok air masuk kedalam segelas gula, maka airnya akan hilang dan hanya mengubah segelas gula menjadi basah. Artinya adalah; bahwa yang kecil akan sirna, karena terlingkupi dengan yang besar. Dan gambaran yang besar itulah lambang alam makro diluar raga. Akan tetapi jika terukur maka akan tercipta sesuai dengan apa yang menjadi kehendak. 

Begitu pula terhadap alam mikro yang ada didalam diri, ketika kita menghendaki sesuatu yang diluar raga, sepenuhnya harus ada penyatuan 3 entitas aku dalam diri. Sehingga tanpa merusak ekosistem dari dalam. 

Jika kita memilih mengembangkan "variabel didalam diri", maka variabel diluar akan masuk. Seberapa besar masuknya variabel kedalam diri, harus dikendalikan oleh unsur KEMAMPUAN dan harus terukur dengan "hasil akhir" yang ditentukan sampai menjadi KENYATAAN. Dengan adanya kemampuan maka penyatuan variabel yang diluar dan yang didalam, akan bertemu dengan "hasil akhir" dalam diri, akan menjadi KENYATAAN sesuai keinginan.

Sebaliknya jika kita memilih "hasil akhir" maka unsur "KEMAUAN" akan menarik variabel dari luar secara terukur dengan sendirinya untuk bersatu dengan variabel dari dalam, mengikuti pengembangan hasil akhir yang dipilihnya.

Jadi yang dimaksud kita dilarang menyekutulan tuhan adalah ; kita dilarang meminta kepada segala hal yang ada diluar raga. Sebab semua kebutuhan manusia itu telah tersimpan didalam diri manusia itu sendiri secara sempurna, walaupun sifatnya masih berupa energi dan anti energi. Dan untuk mendapatkannya cukup dengan menggunakan sarana yang bersifat "KEMAMPUAN dan KEMAUAN" yang ada, untuk mengatur serta memilih antara "VARIABEL ataukah "HASIL AKHIR " juga didalam dirinya sendiri. Sedangkan apa yang ada diluar itu hanya memiliki 1 sifat belaka yakni berupa "VARIABEL" belaka. Dimana didalam tulisan saya terdahulu pernah saya kupas dengan judul " diluar itu adalah wahana dan awang-awang". Atau diluar itu bukan langit kita, tetapi langit semesta.

Jika kita tetap meminta pada segala hal yang diluar raga, akan merusak ekosistem serta tatanan dalam diri sehingga akan membuat kehancuran dan penderitaan seseorang didalam mengarungi kehidupannya didunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar