Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 07 Februari 2016

AKIBAT SALAH MENGADILI AKHIRNYA DIADILI


Dewasa ini alam semesta begitu sering memberikan semiotika yang amat sangat jelas, khususnya terhadap seleksi alam. Bagi mereka yang terbiasa membaca semiotika, akan mudah membaca maknanya, jika dibandingkan bacaan semiotika pada waktu yang lalu. Adanya gempa bumi baik tektonik maupun vulkanik, adanya tsunami, musibah lainnya ternasuk kebakaran, dan banjir; sebenarnya merupakan seleksi alam. Akan tetapi masih belum bisa secara langsung dibaca bahwa itu merupakan seleksi alam. Dalam artian bahwa semua seleksi itu akibat dari kesalahan tidak langsung dari manusia itu sendiri.

Sekarang, seleksi alam amat mudah dibaca, karena langsung melibatkan manusia itu sendiri. Khususnya terhadap perbuatan seseorang atau golongan, akan terseleksi begitu cepat dan gamblang didalam menerima seluruh akibat dari buah perbuatannya sendiri. Istilah sederhananya adalah; bahwa siapapun yang berbuat akan cepat menerima karma. Dan orang lain akan dengan mudah membaca sejak dari ketika berbuat sampai mendapat akibat perbuatannya.
Sebegitu berbuat sesuatu; baik bersifat ucapan atau tindakan, maka tidak memakan waktu yang lama langsung mendapatkan karma. Entah itu berupa karma baik maupun karma buruk.

Dari sini kita tinggal memilih karma apa yang akan kita perbuat sehingga kita akan cepat pula lulus dari seleksi alam itu sendiri.
Jadi jika kita banyak berbuat kebajikan maka kita akan cepat dan tepat terseleksi dengan kebajikan pula dari alam. Begitu pula sebaliknya jika kita berbuat keburukan dan kejahatan, akan cepat pula menerima seperti apa yang kita lakukan pada alam itu sendiri.
Semua terpulang pada kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar