Badai atau angin puting beliung tidak mungkin datang secara tiba-tiba. Semua berawal dari sepasang unsur udara yang berputar positif dan negatif yang amat sangat kecil dipermukaan tanah atau diair. Kedua unsur itu berputar berlawanan. Jika kedua unsur itu menyatu maka semakin lama akan semakin membesar hingga menyebabkan badai yang menghantam serta memporak porandakan segala yang ada. Jika dirimu kebetulan melihat sepasang unsur angin berputar seperti itu, sesungguhnya itu adalah merupakan bayi atau cikal bakal badai. Tetapi kenapa hal itu dibiarkan sehingga semakin lama semakin membesar???
Semestinya jangan biarkan kedua unsur itu menyatu dengan mengibaskan keduanya, niscaya badai akan sirna. Tetapi karena ketidak sadaran serta membiarkan menyatu akhirnya memporak porandakan semua termasuk dirimu sendiri.
Begitu pula adanya masalah, tidak mungkin langsung membesar. Semua berasal dari sepasang unsur, serta bersifat personal yang berlawanan. Tetapi karena dibiarkan maka yang semula bersifat personal ketika menyatu menjadi suatu komunal maka disitulah akan membuat bahaya bagi komunal yang lainnya yang kebetulan berlawanan arah satu sama lain. Adanya pertikaian antar kelompok atau antar 2 komunitas, pasti diawali dari masalah personal lalu dibawa kedalam masalah komunal sehingga selalu membawa korban dan sulit untuk dihentikan.
Tidak sadarkah bahwa semua itu dari hal yang kecil? Bisa menjadi besar lantaran ada sepasang unsur yang kemudian menyatu. Setelah itu lantas membesar.
Bukankah seseorang yang kaya raya berasal dari tabungan yang kecil?? Oleh karena itu jangan sekali-kali menabung masalah, karena sama halnya dirimu telah membiarkan masalah yang kecil itu menjadi badai masalah didalam kehidupanmu sendiri. Yang nantinya secara tidak langsung akan mengakibatkan orang lain didalam kelompokmu ikut terlibas didalam pusaran badai yang sumbernya dari dirimu sendiri.
Saat ini, banyak bibit-bibit badai akan terlahir, jadikan itu energi terbarukan didalam dirimu. Bukan lantas membiarkan bibit badai akan menghancurkan dirimu. Agar dirimu tidak terseleksi oleh alam bersama badai kehidupan yang semakin tidak terkendali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar