Banyaknya para pengemis serta menjamurnya peminta sumbangan, karena banyaknya orang-orang yang baru memberi ketika ada permintaan. Sehingga makin lama semakin banyak yang berdaya upaya agar semakin banyak yang memberi ketika meminta.
seandainya banyak orang memberi tanpa diminta, tentu para pengemis dan peminta sumbangan lambat laun akan sirna.
Banyaknya para pengamat dalam segala bidang, dikarenakan banyaknya orang yang memang sengaja ingin diamati agar mendapatkan pencitraan diri. Disamping itu karena banyaknya orang yang selalu ingin tahu apa yang dilakukan oleh orang lain. Seandainya banyak orang yang tidak perduli apakah akan diamati atau tidak terhadap segala perbuatannya, tentu para pengamat itu akan bosan sendiri ketika apa yang dikatakan tidak akan diamati. Apalagi jika orang-orang tidak pernah ingin tahu apa yang dilakukan orang lain, tentu para pengamat itu akan hilang dengan sendirinya.
Semua itu terjadi karena banyak orang ingin tahu, tetapi tidak pernah mau mencari tahu lewat membaca dan berpikir sendiri, sehingga tanpa disadari akan bertemu dengan orang yang sok tahu kemudian memutar balikkan apa yang diketahui orang lain demi pencitraan dirinya sendiri. Sehingga orang-orang yang bodoh akan mudah terpengaruh untuk menuruti apa yang dikatakan agar menjadi kelompoknya.
Banyaknya orang atau kelompok radikal, karena banyaknya orang-orang yang suka mengindoktrinasi orang lain untuk melakukan kebenaran seperti apa yang dia pikirkan dan untuk dilakukan. Padahal kebenaran itu adalah untuk dilakukan sendiri oleh masing-masing orang yang merasa bahwa dirinya benar. Jika hal itu benar, serta bermanfaat tanpa melanggar aturan dalam suatu negara, tentu orang lainpun akan melakukan hal yang sama sesuai daya pikir yang dianutnya.
kesimpulannya adalah : Apa yang ada didalam pikiran jadikan acuan atau pedoman bagi dirinya sendiri. Dan jika ingin perubahan, mulai dari dirinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar