Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 16 Februari 2016

LANGKAH AWAL MEMBANGUN KESADARAN DIRI



Pernahkah kita merenungkan sejenak tentang kegagalan melangkah didalam mengisi kehidupan ini?? Pernahkah kita merasakan kebingungan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan? Sehingga banyak waktu yang terbuang tetapi tidak ada satupun yang dapat dikerjakan. Sementara yang lain telah terbang begitu cepatnya untuk menggapai cita-citanya.


Hal itu karena tidak pernah menengok kedalam dirinya sendiri, selain hanya tertuju pada apa yang ada diluar dirinya. Dan itupun apa yang didapatkan bukan terhadap apa yang menjadi kebutuhan dari dalam dirinya. Mengapa? Karena apa yang menjadi kebutuhan didalam diri tidak diketahui secara pasti. Dan untuk mengetahui secara pasti hanya lewat 1 jalan yakni "GELOMBANG KESADARAN" yang terbangun kemudian tersimpan kokoh dalam dirinya. Hal itu dapat dilakukan lewat pencarian dan percobaan terus menerus, seperti halnya pencarian chanel gelombang media televisi pada awal pemakaian. Begitu pula didalam membangun langkah awal kesadaran diri. Apa yang harus dilakukan?? Adalah dengan senantiasa mencari dan menemukan segala apa yang menjadi "kekurangan atau kelemahan" pada dirinya masing-masing. Setelah itu belajar dan berlatih untuk menerima semuanya. Karena dari dalam kekurangan dan kelemahan diri itulah kita bisa mewarnai kehidupan sesuai dengan gelombang kesadaran yang terisi didalamnya, dan bukan dari sisi kelebihan yang kamu miliki. Sebab unsur kelebihan yang dimiliki masing-masing orang hanya sekedar sebagai cadangan belaka ketika unsur kekurangan didalam diri belum terisi.

Jika dirimu tidak pernah mengerti pada kekurangan yang ada, serta tidak pernah mau menerima atas kekurangan tersebut, bagaimana mungkin akan mau menerima kekurangan orang lain?? Sehingga dirimu akan selalu mencari-cari apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan orang lain. 

Jika sudah seperti itu lambat laun kelebihan yang ada dalam dirimu serta yang merupakan unsur cadangan bagi warna kehidupanmu akan terkikis habis. Setelah itu dirimu bagaikan kerak tumbuh dibatu. Sementara orang lain sudah berjalan bahkan berlari, dirimu masih tetap bingung dan resah sendiri sambil menunggu mati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar