Jika dulu bulan senantiasa purnama, dan senantiasa menjadi pujaan penuh keindahan, tetapi kini masihkah terus jadi pujian?? Kendati mentari yang punya cahaya sendiri tetapi tak lagi berarti ketika raga rembulan justru menutupi cahayamu untuk sampai kebumi. Bahkan dirimu seolah tiada ketika rembulan membuat dirimu jadi gerhana.
Dan itu merupakan semiotika bahwa segala yang nampak indah pada biasanya, lalu akan berubah sesuai watak aslinya bahwa rembulan tetap tak akan pernah menjadi sumber cahaya walaupun setiap saat mendapatkan cahayamu. Dan itulah gambaran nafsu manusia.
Dan saat ini.. sampai puncaknya pada tanggal 9 maret bulan depan merupakan jaman peralihan jaman akal dan nafsu untuk kembali menuju jamannya hati. Disitu agar siapapun tahu bahwa rembulan itu sejatinya akan selalu memberikan bayang-bayang kegelapan bagi orang yang tak pernah sadar diri. Serta lebih memilih rembulan dibanding mentari. Dan jika tidak pernah mau berubah seiring jaman hati sanubari berganti, maka siapapun akan terlibas oleh gerhana dihati. Sebab tanda-tanda dari alam semesta dan alam manusia telah banyak terjadi. Yakni segala sesuatu yang senantiasa tersembunyi selama ini, akan terkuak kepermukaan. Yang selama ini nampak putih akan menjadi hitam kelam. Begitu pula sebaliknya yang nampak hitam sesungguhnya adalah putih.
Oleh karena itu jagalah diri, sesuai dengan hati nurani agar tidak terlibas gerhana mentari menjadi gerhana dihati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar