Ancaman terhadap manusia itu ada 2 yakni : ancaman terhadap keberlangsungan #hidup dan ancaman terhadap #kehidupan. Jika kehidupan terancam lambat laun hidupnya terancam yang akhirnya mati. Jika hidupnya yang terancam maka akan langsung kehidupannya juga terhenti.
Setiap saat manusia tidak terlepas dari ancaman, baik pada hidupnya secara langsung, maupun pada kehidupan. Dan setiap sikap, perilaku dan perbuatan manusia bisa menimbulkan ancaman pada dirinya, sehingga manusia membutuhkan #pertahanan.
Didalam pertahanan mengandung 2 unsur yakni : pertahanan dari dalam diri dan pertahanan dari luar diri. Jika pertahanan itu tidak kuat maka dibutuhkan #perlindungan yang juga ada 2 jenis yakni : dari dalam diri dan dari luar diri.
Adapun yang harus diperhatikan terus menerus adalah #perlindungan dari dalam diri tersebut, baik ada ancaman maupun tidak. Sehingga ketika ada ancaman secara tiba-tiba, manusia bisa dengan mudah mengantisipasi untuk membentuk pertahanan terhadap ancaman yang datang.
Masing-masing orang, besar dan kecilnya ancaman berbeda - beda, tergantung dari seberapa besar adanya keinginan yang tertanam dan hendak dicapainya. Namun demikian, alat perlindungan pada masing-masing orang sama, yakni #hati_nurani yang bersifat pasif dan #naluri yang bersifat aktif. Dan kedua alat inilah yang harus senantiasa dibangunkan, khususnya hati nurani itu sendiri.
Jika hati nurani tidak pernah dipakai, maka unsur perlindungan yang ada didalam naluri tidak akan bertambah, serta tidak akan kokoh didalam membuat pertahanan diri. Sehingga ketika ada ancaman dari luar, baik yang menyangkut hidupnya atau kehidupannya, maka kita akan rawan terhadap bencana diri.
Terlebih lagi seperti yang sering saya ketahui justru banyak orang yang tidak memperkokoh alat perlindungan dirinya. Malahan alat perlindungannya yang dirusak sendiri. Jika alat perlindungan rusak, maka pertahanan juga akan rusak terkena ancaman.
Sama halnya ketika didalam perang; kita sedang digempur tembakan oleh musuh, tetapi tidak ada alat perlindungan baik pepohonan maupun tembok sebagai penahan tembakan. Apa yang terjadi? Tentu kita akan lebih mudah kena tembak. Bukan pohon atau tembok penahan itu yang dihancurkan sendiri agar lebih mudah menembak, tapi kita lupa menjaga pertahanannya.
Begitu pula halnya ketika kita berperang melawan nafsu kita sendiri yang tidak memiliki perlindungan karena unsur pertahanannya rusak. Dan hati nurani selaku pembangun pertahanan tidak pernah dipakai atau telah rusak, apa yang terjadi???
Kita akan kalah didalam perang. Jika sudah kalah didalam perang, manusia akan menyerah untuk meneruskan kehidupannya yakni bunuh diri. Atau gagal didalam mencapai apa yang jadi kehendaknya. Yang kesemuanya itu karena unsur pertahanan diri sudah tidak ada, atau tidak sesuai dengan jenis ancaman yang datang pada dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar