Bunga flamboyant itu diraihnya.. wajahnya terlihat sayu. Flamboyant.. berguguran. . Berjatuhan. ... berserakan....
Musim telah berganti... tiada lagi keindahan wajahmu, yang dulu menghiasi pohon lewat rerimbunan bungamu menutupi dahan dan ranting..
Saat ini.., kehancuran telah menanti. Ketika semua daun telah mengering. Bahkan yang masih kuncup nyaris habis digerogoti berbagai ulat bulu, serta benalu yang ikut menumpang berebut menghisap dahan dan rantingmu.
Dan sambil menunggu pohon yang pasti akan mengering. Mulai bersemi tunas - tunas bunga pohon lain sebagai penggantimu.
Bunga-bunga bougenvil yang berwarna-warni semakin semerbak tumbuh diantara duri-duri yang melingkari pohonnya. Agar semakin kokoh menjaga daun-daun dan kuncup bunga dari ancaman ulat-ulat beracun serta tangan jahil yang akan mencoba untuk menghancurkannya.
Masihkah ada kesombongan didalam dirimu? Walaupun dirimu dulu pernah menjadi bunga idaman setiap orang yang ikut mewarnai kehidupanmu. Tetapi... itu dulu..
Kini, hanya tinggal pohon bersama dahan dan ranting yang patah, meranggas dan mengering nyaris tanpa daun.. menunggu takdir yang kau buat sendiri.
Biarlah bougenvil akan menggantikan dirimu untuk merajai seluruh persada ini lewat keindahan bunganya. Bersama rajawali nusantara yang tiada dua untuk melanglang buana.
Sebab ketika dirimu berkesempatan untuk memberikan bunga, tapi kau biarkan gerombolan ulat ikut menghiasi bunga dan rantingmu. Tanpa memperdulikan orang-orang yang berteduh dibawahmu. Seolah bungamu hanyalah untukmu sendiri bersama keluargamu.
Padahal, dirimu bisa tumbuh dan subur itu, karena hasil tanaman semua orang agar dirimu, untuk memberikan keindahan bungamu.. tetapi yang ada... hanya sebatas damba yang kau tanam diawang-awang.
Dan dirimu... hanyalah akan tinggal menjadi sejarah yang kelam...
Flamboyant yang hanya indah dilagukan, namun tak pernah bisa dibuktikan untuk mengisi kehidupan kami dan kita semua... selain hanya untuk mengisi kehidupan dirinya dan keluarganya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar