Orang yang pandai bicara belum tentu pandai pula untuk menuliskan apa yang dibicarakan. Begitu pula orang yang pandai menulis belum tentu pandai pula membicarakan apa yang dituliskan. Dan orang yang pandai bicara dan pandai menulis, bisa jauh lebih berbahaya jika tidak menyadari apa yang telah dituliskan atau yang dibicarakan, baik bahaya terhadap orang lain atau bahkan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Selanjutnya, orang yang pandai mendengar belum tentu dapat menangkap secara jelas apa yang didengar. Begitu pula orang yang pandai membaca juga belum tentu mengerti terhadap makna yang telah dibacanya. Bahkan jika ada orang yang suka membaca dan suka mendengar akan lebih jauh berbahaya, jika apa yang dibaca dan didengar tanpa dimengerti makna terhadap apa yang dibaca serta yang didengarnya. Kesemuanya tergantung dari apa yang menjadi niat dan kesukaannya membaca. Sehingga bisa menjadikan awal mula terjadinya suatu tindakan kejahatan bagi orang lain.
Mengapa semua itu bisa terjadi?? Karena apa yang dilakukan itu masih setengah-setengah serta belum menimbulkan #suatu_kesadaran ketika melakukan suatu #kehendak. Dan hal itu terjadi lantaran hanya 1 sisi belaka yang menjadi obyek sudut pandang pemahaman. Baik obyek yang ada diluar dirinya, maupun ketika munculnya awal perasaan ataupun pemikiran yang datang dari dalam dirinya.
Semestinya, ketika kita melihat ataupun membaca apa yang ada diluar dirinya, hendaknya sesegera mungkin kita mencari #pasangan_bacaan yang ada didalam dirinya. Yaitu apa yang muncul dalam diri ketika kita membaca.
Begitu pula ketika kita mendengar sesuatu yang diluar, cari pula apa yang didengar dari dari dalam diri sebagai pasangannya.
Jadi setiap kita melihat ataupun mendengar obyek yang dari luar raga, kita harus memadukan dengan obyek yang serupa dari dalam diri. Sebab tanpa peraduan bacaan dari dalam diri akan ada kecenderungan besar mengalami kegagalan didalam menangkap makna apa yang didengar dan dibaca.
Dan itulah yang seharusnya kita lakukan setiap saat jika kita memang menghendaki untuk mensinergikan seluruh perangkat yang ada didalam batin dengan segala apa yang ada diluar diri. Dengan begitu #hati_nurani akan selalu berfungsi karena senantiasa dibaca serta didengar oleh jiwanya. Sehingga #unsur_rasa akan selalu pula dapat disadari setiap saat mengeluarkan #warna_rasa. Serta akan selalu cepat dan tepat ketika jiwa membutuhkan untuk segera mengeksekusi setiap persoalan yang melanda bagi manusia itu sendiri.
Jika hal ini tidak dilakukan, maka manusia tidak akan pernah bisa menuju kepada hasil akhir dengan cepat dan tepat guna. Yang ada malahan berputar-putar tidak tentu rimbanya. Serta selalu salah jalan, bahkan ironisnya selalu berulang pada kesalahan yang sama.
#Edisi_khusus_07
Tidak ada komentar:
Posting Komentar