Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 28 Februari 2018

MAKNA SEBUAH AJARAN

Ruang Metafisika :

Seorang yang menjadi pemuka suatu ajaran tidak akan pernah berhenti berpikir untuk menyampaikan ajarannya agar bermanfaat bagi orang lain.  Dan,  tiada sedikitpun merasakan aniaya, baik bagi dirinya maupun orang lain.  Apalagi untuk berbuat nyinyir terhadap apa yang dilakukan orang lain. 


Jika ajaran itu berupa suatu ilmu,  dia akan mencoba #menciptakan kunci dari ilmu tersebut,  agar dapat pula dipelajari, serta diterapkan dengan mudah oleh orang lain. 

Jika ajaran itu berupa sebuah rasa, dia akan mencoba untuk merasakannya sendiri,  bahwa apa yang  dirasakan akan bermanfaat serta membuatnya bahagia.  

Jika dirinya  sudah membuktikan, maka orang lain pun juga akan berusaha untuk membuktikan tentang kebenaran terhadap apa yang dirasakan. 

Lalu,  apakah arti kebenaran itu?  

Kebenaran; adalah untuk selalu menyampaikan bahwa yang benar adalah benar walaupun menyakitkan.  Dan,  sesungguhnya tidak seorangpun merasa tersakiti,  apalagi menderita yang diakibatkan oleh orang lain,  jika sudah sampai pada #alam_kesadaran. Mengapa? 

Karena,  sesungguhnya ajaran apapun,  baik yang bersifat untuk dipikirkan,  maupun untuk dirasakan sifatnya adalah #mutlak senyampang yang mengajarkan adalah benar-benar mengalami apa yang terkandung didalam ajarannya.  Dan bukan semata-mata karena berdasarkan katanya orang lain, yang kemudian menyampaikan lagi pada orang lain  secara berkelanjutan. Sedangkan  dirinya belum pernah merasakannya. 

Adakah seseorang menyampaikan suatu ajaran,  tetapi dirinya bersifat antagonis dari isi ajarannya? 

Jika ada,  lantas apa yang akan dijadikan #suri_tauladan pada setiap apa yang diajarkannya? 

Oleh karena itu, agar dirimu terhindar dari orang-orang yang bersifat antagonis dari ajarannya; perbanyaklah membaca dan berpikir, agar hatimu akan senantiasa membuka #alam_bawah_sadarmu. Selanjutnya,  akan pula mengantarkan dirimu pada segala apa yang belum kamu mengerti. 

Dan tahukah dirimu?  Bahwa sesungguhnya mulya dan tidaknya seseorang bukan tergantung dari apa yang dikatakan.  Melainkan,  hanya dapat dilihat dari sikap dan perilaku nya terhadap orang lain. Dan,  bukan pula orang yang pandai bertutur kata akan pandai pula menata sikap prilaku nya.  Karena semuanya tidak akan pernah bisa menjaga perilaku nya dengan benar selain karena sudah sampai pada alam kesadaran; bahwa apapun yang dilakukan akan menghasilkan makna.  Baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar