Disebut mati itu artinya telah putus hubungan antara alam mikro dan alam makro yang ditandai dengan tidak lagi bernafas, jantung berhenti berdetak. Didalam alam metafisika orang mati itu sama halnya dengan putusnya hubungan antara langit pertama dan langit kedua. Sudah tidak ada lagi susah dan menderita serta gembira dan bahagia, yang kesemuanya itu ditandai dengan berhentinya detak nadi dan detak nafas.
Banyak orang yang ketika dilanda penderitaan yang amat sangat, lantas mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidup nya dengan #bunuh_diri. Padahal intinya adalah untuk mengakhiri kesusahannya atau penderitaannya belaka. Pikirnya dengan kematian maka semuanya sudah dianggap selesai. Dan memang secara sepintas apa yang dilakukan adalah benar. Tetapi pernahkah berpikir, bahwa untuk apa hidup sekian lama jika akhirnya kita mati lantaran tidak menghendaki hidupnya? Dan untuk apa hidup jika tidak dapat memberikan hal yang bermanfaat, minimal bagi kehidupannya sendiri?
Dan perlu diketahui bahwa semua makhluk mempunyai naluri untuk mempertahankan dan mengembangkan hidup nya, sedangkan manusia diberi kesempurnaan 2 naluri yakni : naluri untuk #mempertahankan_hidup dan naluri untuk #mengakhiri_hidup nya. Sehingga hanya manusia sajalah yang bisa mengakhiri hidupnya, sedangkan makhluk lain tidak mampu untuk mengakhiri hidupnya selain hanya bertumbuh kembang sampai alam semesta yang mematikannya.
Untuk itu jika kita dihadapkan pada suatu masalah bukan lantas berkehendak untuk mati bunuh diri ketika kesusahan dan penderitaan melanda. Sebab perasaan tersebut hanya sekedar #alarm atau #petunjuk bahwa kita tidak mampu. Dan saat itu memang merupakan petunjuk bahwa kita harus mati. Tetapi bukan berarti mati selamanya, melainkan untuk mati sesaat yang saya istilahkan #mati_didalam_hidup. Begitu kesusahan atau penderitaan hilang, barulah kita kembali hidup.
Bagaimana cara berlatih untuk mati didalam hidup?? Yakni ketika dihadapkan pada suatu masalah, maka kita ambil posisi duduk yang nyaman. Setelah itu kita berlatih untuk olah nafas. Naik turunnya nafas kita ikuti mengalir sesuai rithme nya. Setelah agak lama dan nafas sudah teratur, lantas tariklah nafas dalam-dalam kemudian ditahan sekuatnya. Kemudian hembuskan sekaligus. Lanjutkan berkali-kali sampai perasaan susahnya menghilang. Dengan menarik nafas panjang serta menahannya , maka seluruh warna rasa akan hilang, baik itu perasaan susah, senang, marah dan lainnya akan sirna seketika. Mengapa? Karena saat kita menahan nafas sesungguhnya mata rantai kesusahan yang ada didalam diri digelontor oleh udara yang datang dari luar sebanyak-banyaknya, atau dari makro menuju mikro. Sedangkan seluruh rasa, apapun jenisnya munculnya dari dalam diri. Lebih tepatnya dari dalam liver yang memancarkan energinya kedalam pikiran yang sifatnya adalah merupakan alarm belaka, untuk memberi tahukan pada jiwa tentang adanya perubahan warna rasa.
Jadi intinya adalah ; jika kita mengalami segala permasalahan yang tidak bisa diatasi maka berlatihlah untuk mati didalam hidup sehingga diharapkan kita bisa mempertahankan hidup serta mengembangkan dengan warna kehidupan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar