Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 16 Juni 2020

FOKUS PADA TUJUAN, MENTAL BLOCK AKAN HILANG



Sebenarnya saya sudah berkali-kali mencoba menjalankan usaha itu, tapi karena disaingi oleh pemodal besar akhirnya saya gagal;

Sebenarnya saya sudah melakukan yang terbaik, tetapi selalu mengalami kegagalan, salah saya dimana?;


Sebenarnya saya sudah berusaha sekuat tenaga dan secara maksimal tapi masih mengalami kegagalan;

Sebenarnya produk kita itu sudah hebat dan tidak kalah dengan produk dari luar negeri, tetapi kita tidak dilindungi dan dimatikan oleh pemerintah  karena lebih suka barang import;

Banyak orang lebih bangga produk import daripada produk dalam negeri;

Sebenarnya usaha saya sudah maju pesat tapi  karena adanya  covid-19,  yang tidak tahu kapan selesainya akhirnya  usaha jadi berantakan;

Gara-gara musibah yang tak tahu kapan berakhir saya sampai kesulitan mencari penghasilan. Dan lain sebagainya.

Nah, beberapa contoh ungkapan diatas itu seringkali kita dengar, kita lihat, atau bahkan kita alami sendiri ketika dihadapkan pada suatu masalah yang sulit untuk diatasi. 

Adanya  alasan seperti  diatas,  sebenarnya untuk mencari pembenaran dan pembelaan  agar dirinya tidak disalahkan saat tidak melakukan suatu pekerjaan atau sedang menemui kegagalan.  Tetapi tahukah? Bahwa jika setiap ada masalah yang tidak bisa dipecahkan selalu  menyampaikan alasan tersebut, lambat laun tanpa disadari kita  telah terjaring pada  mental block. Sehingga tidak heran jika  selalu dilanda kegagalan didalam menggapai cita-cita. Mengapa? Karena kita sendiri yang telah menguncinya dengan jawaban diatas. Dimana mentalnya telah dilumpuhkan sendiri. Lalu bagaimana mungkin bisa kembali bangkit, jika sudah dikunci mati baik hatinya, rasanya, serta akal dan pikirannya. 

Pada umumnya seseorang yang mengalami mental block adalah orang yang mudah menilai, mudah menghakimi, mudah menghina, mudah memuji dan lainnya. Hal itu akan mematikan cahaya hati sehingga akan pula mematikan akal dan pikirannya.

Semestinya, jika kita dihadapkan pada suatu masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan akal dan pikiran, cobalah kita jangan fokus pada jalan atau variabel yang biasa dilakukan. Melainkan fokuslah pada tujuan akhir pada saat kesusahan melanda. Sama halnya ketika tangan kanan lumpuh serta tidak bisa dipakai , berlatihlah menggunakan tangan kiri. Dan jangan terhanyut, apalagi terikat dengan tangan kanan yang tidak bisa dipakai tersebut.

Dan selagi langit tidak runtuh,  masih bisa kembali bangkit sepanjang mau melatih segala hal yang belum pernah dilakukan. Daripada terus menerus terhanyut akan keadaan. Dan justru dengan semakin banyaknya rintangan tanpa keluhan, akan menjadikan tantangan  untuk bangkit dari keterpurukan. Serta akan muncul ide-ide baru, dan akan tertuntun  menemukan  passion nya yang mungkin sebelumnya masih tersembunyi. 

Tetap tegakkan kepala memandang lurus kedepan, untuk menciptakan impian menjadi kenyataan. Semakin banyak kita berada didalam zona tidak nyaman, maka akan semakin banyak pula zona nyaman yang akan kita dapatkan. "Where there is a Will there is a way"

Selamat merenung dan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar