Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 15 Juni 2020

MELATIH MERASAKAN HIDUP DIDALAM MATI


Jika beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang melatih mati didalam hidup, tidak lengkap rasanya jika tidak saya tuliskan pula tentang hidup didalam mati. Khususnya tentang siapa yang hidup dan siapa yang mati agar nantinya akan mudah untuk dijadikan bahan renungan khususnya sebagai bekal berada didunia ini.


Sesungguhnya puasa bagi semua orang itu mempunyai makna agar dapat merasakan hidup didalam mati. Mengapa? 

Pada saat orang berpuasa khususnya bagi yang umum dilakukan yakni  adalah untuk menghentikan seluruh makanan terhadap ragawi, dalam artian menghentikan sementara makanan terhadap ketiga nafsu. Yakni unsur air, unsur api dan unsur tanah. Sedangkan yang tersisa adalah unsur udara belaka yang tetap masuk kedalam raga didalam sepanjang hidupnya.

Udara yang kita serap yang ditangkap oleh sepasang paru-paru manusia yang letaknya disisi kiri dan kanan jantung. Hal itu mengandung makna bahwa sepasang paru-paru disamping fungsinya untuk melindungi jantung tempat roh manusia yang membuat manusia hidup, juga yang menghubungkan manusia batin bisa berhubungan dengan semesta. Dan Ruh ini merupakan lambang #hidup.

Kemudian liver manusia adalah merupakan lambang nafsu yang menggerakkan energi #kehidupan manusia itu sendiri. Dan dalam hal ini pernah saya tuliskan pada beberapa tahun yang lalu. 

Selanjutnya untuk mengaplikasikan latihan hidup didalam mati adalah dengan beberapa hal sebagai berikut : 

1. Ambil posisi duduk terserah apakah mau bersila atau duduk di kursi dengan kedua kaki ada dilantai. 

2. Selanjutnya kita pejamkan mata dan menjulurkan lidah  kedepan sampai mentok beberapa saat,  lalu tarik lagi kedalam dan ulang sampai 10 kali;

3. Julurkan lagi lidah sampai mentok  lalu kita tarik-tarik lidah dengan jari jempol dan telunjuk pelan-pelan (dihentakkan pelan-pelan) dan kita rasakan apa yang terjadi pada seluruh area kepala dan leher. Dan ulang sampai 10 kali;

3. Setelah itu julurkan lidah dan gerakkan kekiri dan kekanan sampai mentok(seperti menggerakkan wiper kaca mobil); diulang juga sampai 10 kali;

4. Laksanakan setiap hari disaat kau tidur atau ketika baru bangun tidur.

Tujuannya adalah untuk membuang atau menggelontor segala sampah rasa dan sampah pikiran agar bisa hilang sehingga semua perangkat otak kiri, otak tengah dan otak kanan bisa kembali normal. Jika hal tersebut dilaksanakan rutin minimal 40 hari saja , saya yakin jiwa kita akan peka menghadapi segala persoalan yang sedang mendera baik masalah lahir maupun batin khususnya terhadap masalah kejiwaan.

Mengapa?? Karena didalam lidah kita terdapat syaraf-syaraf yang berhubungan dengan segala rasa, sedang dipangkal lidah ada rongga tekak yang merupakan langit-langit manusia. 

Jika dengan melatih mati didalam hidup ujung lidah kita tekuk kedalam langit-langit, sedangkan saat melatih hidup didalam mati, lidah kita julurkan keluar raga, kedepan kekiri dan kekanan. Yang akan menghubungkan antara alam didalam diri (mikro) menuju alam diluar diri (makro).

Jadi inti hidup didalam mati itu melambangkan bahwa sesungguhnya yang hidup itu adalah RUH itu sendiri sedangkan Jiwa hanya sebatas meminjam hidupnya ruh untuk melakukan tugasnya sebagai pelaksana dari apa yang menjadi kehendak Ruh itu sendiri, menjadi #warna_kehidupan manusia.

Selamat merenung dan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar