Mengapa diantara kita begitu gampangnya membenci seseorang terhadap hal-hal yang tidak begitu berarti? Tidak sadarkah, bahwa dengan membenci seseorang, sama halnya telah menanamkan “benih kebencian” itu kedalam rasa kita, sehingga menimbulkan “rasa benci”. Lalu apa yang terjadi, jika “benih kebencian” itu tumbuh subur menjadi “pohon kedengkian”, yang kemudian berbuah “dendam”?