Sejak semula , disaat kita bertemu, aku tahu engkau seorang maharani.
Aku juga tahu, engkau bunga yang tak pernah layu.
Aku juga tahu, disaat purnama, warna bungamu semakin kemilau.
Kendati hanya setitik cahaya, yang menyusup dibalik rerimbunan.
Masih bisa memberikan keindahan warnamu kepadaku.
Walau kadang.., kelopak bunga-bunga kasihmu.
Sering terbuang, dan terobek karena ulahku.