Pada umumnya disaat seseorang merasakan hidup penuh penderitaan, mereka tidak pernah berpikir kenapa mereka menderita, selain hanya merasakan penderitaannya. Begitu pula disaat merasakan kebahagiaan, mereka sering kali terhanyut akan kebahagiaan yang dirasakan. Padahal, kedua perasaan itu baik menderita maupun bahagia, tidak langsung datang secara tiba-tiba. Semua melalui proses yang awalnya dari kehendak maupun keinginan. Dari titik awal ini kemudian berkembang menjadi sedih dan gembira lantas bisa berbuah menjadi susah dan bahagia. Kesedihan yang berlarut-larut karena apa yang menjadi kehendak atau keinginan tidak tercapai menjadi kenyataan akan berakibat pada kesusahan. Begitu pula sebaliknya, jika rasa gembira yang dirasakan semakin bertambah karena apa yang menjadi kehendak atau keinginan tercapai, akan berbuah menjadi kebahagiaan. Kegagalan demi kegagalan bisa menimbulkan penderitaan. Keberhasilan demi keberhasilan yang dicapai akan membuat kehidupannya penuh kebahagiaan. Bahkaan kedua perasaan ini baik menderita maupun bahagia jika melampaui batas bisa menimbulkan mala petaka.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label menderita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menderita. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)