Lanjutan…..
Dalam merenungi tulisan ini, haruslah benar-benar menggunakan hati, dan akal sehat. Sehingga didalam berpikir, tidak selalu terstigma, oleh kisah-kisah yang pernah kita dapatkan sebelumnya. Khususnya, bila mengulas, dan berdiskusi tentang setan, iblis, malaikat, serta sifat-sifat yang terkandung didalamnya. Untuk itu, agar memudahkan didalam pemikirannya, saran saya, pemikiran baik dan buruk, hendaknya diarahkan menuju pada pemikiran antara yang benar dan salah. Dan bukan pula kebenaran menurut orang lain, tetapi kebenaran dari hasil pemikiran, dan perenungannya sendiri. Apapun hasilnya, itulah yang benar. Juga, jangan merasa takut untuk berpikir, jangan takut apabila nanti akan ada kesalahan. Sepanjang niat kita, adalah semata-mata, untuk mencari kebenaran hakiki. Serta, hasil pemikiran itu, untuk menambah wawasan, dan khasanah keilmuan, khususnya didalam memahami ajaran-ajaran yang telah ada. Dan, tulisan ini hanyalah sekedar pemahaman yang saya dapatkan dari renungan sendiri, bukan suatu ajaran. Sehingga, kita akan semakin mengerti, makna hakiki dalam beragama itu, sesungguhnya seperti apa, dan harus bagaimana. Tanpa harus merobah akidah yang ada.