Kita sering mendapat nasehat bahwa “ surga berada dibawah telapak kaki ibu”. Bahkan Nabi Muhammad juga bersabda sampai 3 kali menyebut nama ibu disaat ada ummatnya bertanya, tentang kebajikan yang paling utama adalah ibu. Akan tetapi beliau juga pernah bersabda, bahwa ibu harus banyak memohon ampun kepada Tuhan, dikarenakan besok pada hari kiamat banyak kaum perempuan yang masuk neraka. Aneh. Bertahun-tahun saya memikirkan hal ini tidak menemukan jawaban secara akal. Kenapa ayah tidak disebut.
Lebih aneh lagi, saat melihat semua anak, yang dicari selalu ibu, walaupun ibunya keras dan suka memukul, serta ada getaran tersendiri saat sudah bertemu ibu. Sedangkan pada ayah tidak bergetar seperti disaat bertemu ibu. Terutama anak kecil, disaat ibunya pergi, selalu dicari dan menangis kalau ibunya tidak ada. Padahal kalau sudah bertemu biasa saja, walaupun anak sudah tidak menyusu lagi.
Akhirnya setelah melalui pemikiran yang panjang, barulah saya menemukan jawaban, bahwa antara ibu dan anak, ada hubungan yang amat dalam, serta semacam ada tali ghaib. Yakni berupa “jiwa “ ternyata berasal dari ibu, yang tersimpan didalam indung telur ( ovum). Adapun yang dari ayah adalah “ Roh”. Kita semua tentu mengetahui, bahwa yang diciptakan langsung oleh Allah adalah Adam(laki-laki). Sedang Hawa(perempuan) diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang sebelah kiri dan paling bawah.
Jiwa (sukmo,atmo, insan), yang dalam sehari-hari biasa disebut “aku” atau ego, sebelum lahir ke muka bumi, ia berada didalam 4 periode. Yang pertama, ada didalam indung telur sebelum ovulasi. Periode kedua adalah setelah ovulasi yakni bercampurnya sel sperma laki-laki yang berupa “Roh” Sampai berumur sekitar 4 bulan . Sedangkan periode ketiga, adalah disaat janin berumur 5 sampai 7 bulan didalam kandungan. Jiwa, tidak akan hidup tanpa Roh. Jiwa berada didalam indung telur ini hanya berumur sekitar paling lama 3 minggu. Bila dalam kurun waktu itu tidak ditiupkan roh yang ada dalam sperma, maka jiwa akan mati bersama indung telur, yang pecah berbentuk darah. Dikatakan, bahwa perempuan itu menstruasi. Pada saat laki-laki mengadakan rangsangan pada perempuan, saat bersetubuh, sebenarnya adalah untuk memilih bibit jiwa yang ada didalam indung telur, dimana bibit jiwa ini cukup banyak. Maka setelah terjadi keseimbangan suhu yang ada pada diri laki-laki dan perempuan, maka sel sperma yang membawa roh menempel didinding indung telur.
Didalam Al Qur’an Penciptaan manusia didalam rahim melewati 3 fase besar yang disebut sebagai tahap 3 kegelapan.
Dalam pengetahuan embriologi juga menyebut proses pembentukan bayi juga dalam 3 tahap yakni dikatakan 3 trimester. Fase I. Disebut embrionik. Fase 2 Fase janin. Antara 60 hari -22 minggu setelah ovulasi. Fase 3 : Persiapan kelahiran : antara 22 minggu – 40 minggu setelah ovulasi.
FASE 1 :
Fase embrionik. (kurun waktu 60 hari pertama, setelah ovulasi). Dimulai dari awal bertemunya sel telur dan sel sperma, membentuk sebuah sel tunggal yang disebut stem sel.
Dalam fase embrionik ini periode : 56-60 hari setelah ovulasi, ukuran calon bayi : 23-26 mm. Serta, sudah memiliki otak dan sudah mulai bisa menggerakkan otot-otot. Kepala berkembang membentuk karakteristik manusia. Kelopak mata dan daun telinga semakin jelas.
Permukaan tubuh embrio mulai dilapisi kulit. jari-jari memanjang, dan tidak berselaput lagi. Alat kelamin luar masih sulit dibedakan, meskipun bagian dalamnya sudah terbentuk. Usus bergeser dari semula di tali pusar, memasuki rongga perut. Bagian kepala berbentuk bulat dan tegak. Calon gigi-gigi susu sudah siap. tulang bagian atas rongga mulut sudah terbentuk, lidah sudah memiliki indra perasa. Kelopak mata sudah terbentuk. Retina masih dalam proses pigmentasi. Inilah proses akhir dari fase embrionik. Embrio sudah berbentuk seperti bayi, tetapi dalam ukuran yang sangat kecil sepanjang 2,5 cm. ia sudah hidup, dan siap berkembang lebih lanjut. Dalam Al Qur'an Surat : 23: 14 . Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
FASE KEDUA: JANIN.
Pada fase kedua ini, pengembangan embrio menjadi janin lebih sempurna. Untuk fase ini Tuhan berfirman di ayat yang berbeda. bahwa proses penyempurnaan itu terus berlangsung bersamaan dengan roh yang berangsur-angsur memenuhi tubuh janin. Sejak hari pertama penciptaan, saat bertemunya sel telur dengan sel sperma, roh sudah ditiupkan. Dan ini terus berlangsung sampai bayi benar-benar sempurna, hingga memiliki pendengaran, penglihatan, dan kecerdasan.(af-idah). QS. Sajadah (32): 8-9). Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan Roh kedalamnya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati; ( tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur."
Jadi firman Tuhan ini menunjukkan, bahwa roh yang ditiupkan itu berada di air mani yakni sel sperma, sehingga membuat jiwa jadi hidup.
Pada fase kedua ini, janin mengalami perkembangan yang luar biasa pada panca indra, otak, beserta sistem sarafnya yang terkait. Organ-organ vital mengalami pematangan. Antara lain : janin mulai bersuara. Ukuran : 31-42 mm. pada periode : 10-12 minggu setelah ovulasi.
Struktur otak secara mendasar sudah terbentuk secara cepat. Bentuk wajah sudah khas manusia. 20 gigi susu sudah siap didalam gusi. Cikal bakal rambut halus wajah mulai tumbuh. Pita suara di tenggorokan terbentuk, dan janin mulai bisa mengeluarkan suara. Usus sudah mapan didalam perut, dan mulai berlatih kontraksi. Liver mulai menghasilkan cairan empedu. Kelenjar tiroid dan pancreas terbentuk, serta sudah menghasilkan insulin. Alat kelamin luar sudah bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Kuku jari mulai tumbuh. Kulit janin sangat sensitive.
Pada periode : 12-13 minggu setelah ovulasi, Ukuran : 61 mm, bobot 8-14 gram.
Ukuran kepala janin membesar sampai setengah ukuran badannya. Otot –otot pipi mulai menebal. Tunas gigi susu berkembang. Kelenjar air liur terbentuk. Kulit kepala tempat tumbuhnya rambut semakin terlihat. Denyut jantung bisa dideteksi dari luar. Paru-paru berkembang semakin baik, bisa menyedot dan mengeluarkan cairan amniotic. Pergerakan otot-otot makin kompleks. Janin bisa menggerak-gerakkan kepala, tangan, kaki, mulut, dan pergelangan. Sistem saraf semakin sempurna. Kelenjar keringat mulai terbentuk.
Selanjutnya pada. periode : 14-15 minggu setelah ovulasi, panjang : 80-90 mm Bobot : 25 gram. Otot-otot janin semakin kuat. Tulang belakang membentuk tubuh bayi semakin tegak. Tulang dada dan pundaknya mengembang, mengimbangi bentuk kepala. Jantung memompa darah 25 liter perhari. Otot-otot penggerak paru-paru, dan pencernaan berkembang semakin baik. Organs seks sudah terlihat dan bisa dibedakan dengan jelas.
Periode : 16 minggu setelah ovulasi. Ukuran : 105-111 mm. Bobot : 80 gram.
Mata dan telinga menempati posisi finalnya. Mata memiliki gerakan reflek untuk berkedip. Perut bayi dipenuhi meconium, yaitu hasil pencernaan terhadap cairan amniotic yang diminum. Sidik jari terbentuk dipermukaan kulit jemari. Sirkulasi darah sudah sempurna. Saraf-saraf menebal, dilapisi oleh myelin yang berfungsi mempercepat sinyal saraf, sekaligus melindungi dari gangguan luar.
Periode : 18 minggu setelah ovulasi, ukuran: 12,5-14 cm. bobot : 150 gram.
Janin memiliki waktu tidur dan terjaga. Tetapi lebih sering tertidur. Rambut kepala dan alis mata mulai muncul. Pada janin perempuan, indung telurnya sudah berisi sel telur primitive. Kandungannya mulai terbentuk. Tubuh bayi mulai dilapisi lemak berwarna kecoklatan.
Periode 20 minggu setelah ovulasi, ukuran: 14-16 cm. Bobot 260 gram.
Kecepatan pertumbuhan otak janin yang sebelumnya sangat ekstrim, mulai menurun sampai berhenti pada bayi berusia 5 tahun dari kelahiran. Denyut jantung semakin kuat. Buah zakar pada janin laki-laki semakin terbentuk. Tulang-tulang kerangka semakin mengeras. Panjang tungkai kaki dan tangan lebih proporsional. Sumsum tulang mulai memproduksi darah. Sebelumnya dilakukan oleh liver dalam limpa.
Periode : 22 minggu setelah ovulasi, ukuran : 19 cm. bobot ; 350 gram. Tulang bagian dalam telinga janin mengeras, sehingga bayi bisa mendengar suara. ia mulai mengenal suara-suara dari ibunya. Seperti suara tarikan nafas, denyut jantung, pencernaan, percakapan, dan lain sebagainya. Paru-paru berkembang kemampuannya, meskipun belum bisa mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.
FASE KETIGA.
Di fase ketiga, praktis tinggal mempersiapkan proses kelahiran, sambil mematangkan bagian-bagian yang harus berfungsi ketika bayi terlahir ke dunia.
Diantaranya yang perlu dipersiapkan adalah, mengamankan proses kelahiran, menyiapkan paru-paru agar bisa bernafas di udara bebas, dan menyiapkan sistem kekebalan tubuh agar bayi bisa melawan berbagai serangan penyakit. Selain itu, otak bayi terus mengalami peningkatan kemampuan kecerdasan dan pematangan kerja sistem saraf. Selebihnya, kondisi bayi akan terus mengalami perkembangan dan pematangan sampai usia sekitar 5 tahun.
QS.Al.Hajj(22) : .... lalu kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian(dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada kedewasaan.
Periode :24 minggu setelah ovulasi, Ukuran : 21 cm. bobot : 540 gram.
Gelombang otak janin mulai mengaktifkan sistem pendengaran dan penglihatan. Mata dan telinganya merespon sumber cahaya dan suara dari luar Rahim. Mulut dan bibirnya semakin sensitif. Lubang hidung terbuka. Gerakan refleks membaik. Pembuluh darah paru-paru berkembang untuk menyiapkan bayi yang akan bernafas di udara bebas. Terbentuk kantung-kantung kecil udara(alvioli) yang berfungsi menangkap oksigen dan menghasilkan karbon dioksida untuk dihembuskan keluar. Juga memproduksi surfactant agar lapisan dalam kantung paru-paru tidak lengket. Tulang belakang tersusun dari 33 ruas, persendian tubuh sejumlah 150 buah, sejumlah 1000 ligamen untuk mendukung agar kelak bayi bisa berdiri menyokong bobotnya sendiri.
Periode: 26 minggu setelah ovulasi. Ukuran: 23 cm (kepala s/d pantat). Bobot : 910 gram.
Bayi mulai menggelembungkan ototnya. Otak bagian depan membesar sehingga mendominasi volume otak. Paru-paru siap untuk digunakan bernafas di udara bebas. Buah zakar pada bayi laki-laki sepenuhnya sudah turun. Sekitar 3 persen badan bayi tertutup oleh lemak.
Periode 28 minggu setelah ovulasi. Bobot : 1,1 kg. Ukuran: 35 cm( kepala s/d kaki). Permukaan otak bayi kini bergelombang. Menunjukkan volume yang terus membesar. Suhu badan dan denyut ritmik jantung dikendalikan oleh otak. Produksi darah sepenuhnya dilakukan oleh sumsum tulang. Kulit bayi menjadi lebih lembut, karena dibawah permukaannya tertutupi lemak yang juga berfungsi untuk cadangan energi dan menjaga kestabilan suhu badan.
Periode: 30 minggu setelah ovulasi. Ukuran : 38 cm (kepala s/d kaki). Bobot : 1,35 kg. Kepala bayi terus membesar seiring dengan perkembangan volume otak. Pertumbuhan volume otak ini menunjukkan semakin kompleksnya jaringan saraf yang mengendalikan seluruh tubuh bayi. Rambut kepala semakin lebat. Posisi bayi didalam Rahim bersedekap dengan kaki terlipat, menyesuaikan ruangan yang terasa semakin sempit.
Periode : 32 minggu setelah ovulasi. Ukuran : 42 cm( kepala s/d kaki) Bobot: 1,8 kg. Bayi mulai mengembangkan sistem kekebalan alias imunitas tubuhnya, untuk mempertahankan kesehatannya setelah kelahiran. Mata bayi membuka saat terjaga, dan memejam saat tertidur. Warna pupil mata semakin jelas. Refleksnya semakin baik. Kulit bayi dilapisi lemak berwarna keputihan. Kukunya semakin panjang dan bisa menggaruk diri sendiri.
Periode : 34 minggu setelah ovulasi. Ukuran : 44 cm (kepala s/d kaki). Bobot : 2,28 kg. Posisi bayi mulai bergerak menjungkir, dengan kepala di bawah, siap untuk lahir. Sistem pencernaan di lambungnya masih sangat lemah, sampai kira-kira 3-4 tahun setelah kelahiran. 15 % bobot tubuhnya terdiri dari lemak, salah satu fungsinya adalah untuk menjaga suhu badan.
Periode : 36 minggu setelah ovulasi. Ukuran : 46 cm(kepala/sd kaki).
Bobot : 2,75 kg. Badan bayi terus mengembang dibungkus lemak agar bertahan terhadap suhu udara luar yang jauh lebih tinggi dari suhu didalam Rahim. Bayi bisa bereaksi terhadap arah sumber cahaya. Ruang kandungan membatasi gerakan bayi. Tulang-tulang semakin mengeras tetapi lentur, dipersiapkan untuk proses kelahiran.
Periode 38 minggu setelah ovulasi. ukuran : 47 cm(kepala s/d kaki).
Bobot : 3,1 kg. Tempurung kepala tersusun dari 5 bagian yang belum tersambung. Ini dipersiapkan untuk memudahkan kelahiran, saat melewati rongga panggul. Kepala bayi bisa melentur mengecil tanpa merusak otak, dan kelak pulih bulat setelah kelahiran. Bayi belum punya kelenjar air mata. Baru berkembang beberapa minggu setelah kelahiran. Paru-paru terus menghasilkan surfactant agar alviolinya tetap membuka, sehingga siap bernafas ketika sudah berada di luar Rahim. Rongga perut member, liver memproduksi darah merah. Setiap hari lemak bayi bertambah sekitar 14 gram.
Periode : 40 minggu setelah ovulasi. Ukuran : 48 cm(kepala s/d kaki). Bobot : 3,4 kg.Setengah tubuh bayi terdiri dari lemak. 80 % nya melindungi tubuh dan berada dibawah jaringan kulit. 20 % sisanya membungkus organ. Pada saat kelahiran, bayi memiliki 300 tulang. Kelak setelah dewasa, sebagiannya menyatu, sehingga keseluruhannya menjadi 206 potong tulang. Bayi memiliki kemampuan bergerak secara refleks sebanyak 70 jenis gerakan yang bersifat otomatis dan tanpa belajar. Dengan refleksnya itu ia berusaha mempertahankan hidupnya ketika sudah terlahir ke dunia.
Inilah proses pertumbuhan jiwa didalam Rahim, dan yang pernah saya tuliskan bahwa sejak didalamnya perut ibu, bayi sudah melaksanakan sahadat didalam Rahim. Artinya, Jiwa melakukan pengembangan tanpa lelah, dan tanpa ada kesalahan sejak dimasuki roh sebagai saksi, sampai akhirnya siap menjadi bayi untuk dilahirkan. Yaitu dari sel tunggal, cikal bakal diri manusia sendiri. Yang terus menerus berkembang menjadi bertrilyun sel membentuk jaringan, membentuk organ, dan membentuk seluruh tubuh kita; sehingga lahirlah seorang manusia. Untuk menjadi khalifah, dan bersyukur kepada Tuhan.
Sebagaimana QS. An.Nahl (16) :78 “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan kecerdasan, agar kamu bersyukur.
Dengan gambaran ini telah jelas bagi kita bahwa seluruh tubuh lahir dan batin adalah dari jiwa, serta bisa berkembang lantaran ada roh dari ayah yang mewakili Tuhan untuk memberi hidup. Sehingga, jiwa yang semula tidak berarti menjadi berarti dan mengenal kehidupan. Dan ini pula yang saya maksudkan sahadat makna seperti tulisan saya terdahulu. Yakni, roh itulah sahadat makna. Ia subyek sekaligus obyek kesaksian itu sendiri. Karena roh adalah bagian dari Dzat Tuhan itu sendiri. Sedangkan yang disuruh mengucap sahadat adalah jiwa. Sebab jiwa memiliki potensi untuk taat dan menentang, untuk menjadi baik dan menjadi buruk. Hal itu dikarenakan jiwa tidak tertanam didalam makhluk ciptaan Tuhan secara langsung. Karena jiwa berasal dari indung telur, maka ibu harus bertanggung jawab terhadap baik dan buruknya jiwa, kemudian harinya. Dan hal ini pula yang membuat kenapa “ surga berada di telapak kaki ibu”.
email : m.triswedi@yahoo.com
Terimakasih atas pencerahannya romo,..sangat bermanfaat, semoga romo tetap sehat dan banyak rizki aminn
BalasHapus