DHARMA WISATA KE DUNIA
Seseorang yang akan berdharma wisata, tentu akan menyiapkan bekal yang cukup, yang meliputi akomodasi serta pengenalan berupa maket atau peta tentang daerah yang akan menjadi kunjungan wisata. Hal itu dimaksudkan agar disaat wisata nantinya, tidak akan tersesat. Bahkan juga ada pemandu wisata yang akan mengarahkan kita, serta akan menuntun, dan kita hanya sekedar mengikuti , sembari menikmati keindahan yang ada disamping untuk menambah wawasan pengetahuan.
Adapun Manusia yang terlahir didunia ini, juga tidak terlepas dari wisata itu sendiri, bahkan tidak sekedar hanya wisata belaka. Akan tetapi juga memiliki tugas sebagai kholifah fil Ardh(wakil dari penguasa tunggal dimuka Bumi) yakni Tuhan itu sendiri. Sehingga dengan demikian, manusiapun juga diberi bekal yang memadai, termasuk bagaimana cara menjadi pemimpin diantara makhluk-makhluk lain ciptaan Tuhan.
Adapun bekal yang diberikan pada manusia adalah Akal dan Hati. Dengan begitu diharapkan akal bisa mensinergikan terhadap segala apa yang ada didunia untuk senantiasa seimbang sebagaimana bentuk aslinya. Dan hati manusia, adalah untuk mencocokkan dengan sifat, kehendak, dan Kuasa Tuhan itu sendiri, atau yang merupakan Kodrat dan Iradat Nya, untuk kita jalankan menjadi kodrat dan iradat manusia.
Adapun cara menjalankannya hanya dengan satu jalan yakni iman, yakin dan taqwa, yang kesemuanya itu harus terakumulasi didalam sikap dan perilaku manusia sehari-harinya, bahwa apa yang kita pikirkan, kita lakukan adalah merupakan tindakan Tuhan itu sendiri. Semua itu diatur didalam God's Road Map(Peta Perjalanan Tuhan) didalam diri manusia menjadi Human's Road Map(Peta Perjalanan Manusia).
Jika tidak, tentu kita akan mengalami kesulitan didalam mengarungi alam dunia yang memang bukan alam manusia.
Untuk mengetahui apakah perjalanan kita didunia sesuai atau tidak terhadap God's Road Map, manusia dilengkapi dengan Kompas yang tertanam didalam rasa, yang dikatakan warna perasaan antara lain ; sedih, gembira, kecewa, bahagia, menderita, dan lain-lain.
Dan kompas manusia yang berupa warna perasaan ini yang seharusnya diperhatikan, bukan membiarkan secara terus menerus petunjuk yang telah diberikan, sehingga akan mengakibatkan manusia semakin terhanyut didalam ke- tidak seimbangan.
Selamat menjalankan tugas, serta semoga bermanfaat.
Jika warna rasa itu diwakili oleh perasaan atau suasana hati maka pengendaliannnya dilakukan dg tindakan atau sikap yg jelas dan tegas agar dpt menyeimbangkan perasaan tersebut. Benar begitu kan Om? Jika tindakan atau sikap yg diambil tsb jelas dpt menetralkan perasaan yg muncul maka dpt dikatakan bahwa tindakan dan sikap yg kita ambil sdh tepat atau benar. Begitukah Om Mohon penjelasan dan pencerahannya. Tks
BalasHapusAmat betul sekali nak. Sebab rasa itu adalah merupakan wakil dari jiwa didalam mengetahui warna perasaan yang muncul itu menghasilkan perasaan yang tenag dan damai atau tidak. Jika sudah tenang dan damai, berarti keputusan yang diambil oleh jiwa untuk melakukan suatu langkah dan tindakan sudah benar. Jika masih ragu-2 berarti apa yang dilakukan jiwa masih belum tepat.
HapusAkan tetapi semua itu memang membutuhkan latihan yang terus menerus agar jiwa dapat memahami apa yang dimaksudkan dari getaran rasa. Sebab getaran rasa tidak pernah salah yang dikatakan hati kecil. Terima kasih atas tanggapannya.