Seorang guru spiritual yang muridnya sudah tersebar diseluruh Indonesia, datang untuk sharing pada saya. Dia mengeluh dan bilang “kenapa diantara seluruh murid-muridnya, hanya sekitar 10 persen yang berhasil. Dan diantara 10 persen itu, tidak sampai 1 persennya yang bisa dibilang sempurna seperti dirinya. Itupun, karakter mereka tidak seperti yang diharapkan. Kadang-kadang, masih ingin mengadu ilmu dengan gurunya sendiri. Guru spiritual itu nampak sedih. Saya jawab dengan balik bertanya” Apa yang kau inginkan? “Saya ingin mereka, jadi baik”. Katanya lagi. Saya kejar dengan pertanyaan lagi,” kalau keinginanmu tercapai, apa yang kau dapatkan?”. Dia diam, dan terus saya berikan penjelasan, bahwa semua itu, secara tidak sadar mengarah pada keinginan. Apalagi, bila keinginan seseorang sudah melebar pada orang lain. Serta, merupakan keinginannya sendiri, yang ditanamkan pada orang lain, dan dikehendaki agar berbuat sesuatu, bisa membahayakan bagi orang lain itu sendiri. Terlebih lagi bila yang menanamkan keinginan punya ambisi besar untuk menuruti nafsunya sendiri. Contoh yang kongkrit, adalah jaringan terorisme.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label cinta nafsu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta nafsu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
ADAKAH MATAHARI INGKAR JANJI DAN SAKIT HATI?
Disaat kita melihat anak lembu menyusui induknya, kemudian setelah besar kita ambil dan kita sembelih, kita makan dagingnya, bahkan induknya dibuat bunting lagi, kemudian anaknya dijual untuk disembelih. Adakah semiotika yang nampak pada kita? Begitu pula, disaat ayam kita bertelur, lantas telurnya diambil dan dimakan, bertelur lagi, dimakan lagi. Adakah ayam itu sakit hati, dan dendam pada kita, serta menuntut pada polisi bahwa kita telah mencuri telurnya. Juga, lembunya menuntut bahwa kita tidak mempunyai jantung. Begitu pula, disaat kita mempunyai tanaman dan sulurnya kita ikat kebawah, apa yang terjadi? Tentu kita akan melihat, bahwa tidak seberapa lama sulur tanaman itu akan kembali bertunas, dan mengarah keatas. Berkali-kali, sulur itu kita ikat kebawah, berkali-kali pula ranting muda akan tumbuh dan selalu kembali mengarah keatas. Kemudian, yang terjadi adalah memberikan pemandangan yang indah, menjadi tanaman bonsai. Kenapa seluruh makhluk, selain manusia dan Jin bisa begitu, dan tidak ada sakit hati, atau dendam kesumat pada mereka? Jawabnya adalah “ Karena Allah”
Langganan:
Postingan (Atom)