Dalam dekade ini masalah korupsi semakin marak serta semakin terang benderang, mulai dari tingkatan yang rendah di desa, sampai tingkatan yang tinggi di pusat pemerintahan. Sudah banyak peraturan perundangan dibuat, alih-alih korupsi akan berkurang, serta bisa membuat efek jera, justru semakin menggurita, dan merasuk kedalam sel-sel kehidupan manusia. Sudah tidak punya rasa malu, bahkan yang terkena jerat kasus korupsi, bisa tetap santai dan ketawa-ketawa, walaupun sudah dihukum. Alasannya karena sengaja dipolitisasi, atau memang sengaja dijatuhkan. Semua orang tidak habis pikir melihat ulah mereka yang terlibat. Baik yang sudah terjerat hukum maupun yang masih selamat. Sudah banyak para pakar dibidangnya masing-masing, memberikan ratusan, bahkan ribuan teori tentang adanya korupsi. Tetapi sampai detik ini, belum ada yang mempan, dan korupsi tetap saja meraja lela. Anti virus korupsi masih belum bisa menghilangkan penyakit korupsi yang benar-benar ampuh. Jangankan untuk mencegah, sedangkan yang sudah terkenapun, masih berusaha untuk mengelak, merasa mereka tidak korupsi.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label korupsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korupsi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Februari 2012
Jumat, 16 Desember 2011
KARAKTER TUHAN KARAKTER MANUSIA
Jika kita telaah secara mendalam, di dunia ini sebenarnya hanya ada 2 karakter dasar yakni “KARAKTER TUHAN” dan “KARAKTER MANUSIA”. Karakter Tuhan, adalah yang mencitrakan sebagai maha Pencipta, Maha Pemberi, serta wujud dari Maha batin itu sendiri. Sedangkan karakter manusia, adalah yang mencitrakan sebagai pihak yang menerima dan mendapatkan, serta merupakan wujud dari alam lahir.
Langganan:
Postingan (Atom)