Seluruh penganut agama khususnya Islam pasti mengetahui, atau sedikitnya pernah mendengar bahwa manusia hidup didunia ini ada yang menciptakan yakni Tuhan. Tanpa ada campur tangan Tuhan manusia tidak akan bisa hidup. Karakter yang diciptakan, apalagi yang sempurna seperti manusia, secara hakiki tentu akan memiliki kesamaan dengan karakter yang mencipta. Dan, tidak mungkin apa yang diciptakan akan disia-siakan. Seseorang yang menciptakan sesuatu, tentu mempunyai visi dan misi, serta tidak mungkin akan mencipta begitu saja. Jika yang diciptakan lebih dari satu jenis, maka karakternya akan berbeda-beda antara jenis yang satu dengan yang lain, termasuk visi dan misinya juga tidak sama. Begitu pula Tuhan, yang telah menciptakan makhluk yang tidak terhingga jenis dan jumlahnya dialam semesta ini.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label variabel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label variabel. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Desember 2011
Jumat, 16 Desember 2011
KARAKTER TUHAN KARAKTER MANUSIA
Jika kita telaah secara mendalam, di dunia ini sebenarnya hanya ada 2 karakter dasar yakni “KARAKTER TUHAN” dan “KARAKTER MANUSIA”. Karakter Tuhan, adalah yang mencitrakan sebagai maha Pencipta, Maha Pemberi, serta wujud dari Maha batin itu sendiri. Sedangkan karakter manusia, adalah yang mencitrakan sebagai pihak yang menerima dan mendapatkan, serta merupakan wujud dari alam lahir.
Sabtu, 12 November 2011
KEMATIAN ADALAH FILTER DAN VARIABEL JIWA
DUNIA METAFISIKA :
Pernahkah kita berpikir tidak hanya secara teori, bahwa hidup di dunia ini adalah sementara? Dan pernah pulakah kita merenung, bahwa kehidupan didunia adalah merupakan ujian terakhir bagi manusia guna menunjukkan eksistensi sebagai duta Tuhan pada alam semesta, untuk nantinya dipertanggung jawabkan kepada Tuhan setelah kita kembali kesisiNya. Sudah cukup pantaskah kita menyandang gelar sebagai manusia selaku khalifah?
Minggu, 24 Juli 2011
MENCARI, MENCOBA, DAN MEMBUKTIKAN
Tema ini kelihatannya amat sederhana sekali, namun efek yang dihasilkan dari tema tersebut amat sangat luas sekali, dan seperti pedang bermata dua yang bisa mendatangkan musibah, atau bisa mendapatkan hikmah. Semua itu tergantung dari perangkat manusia yang dipergunakan, untuk mengetrapkan agar tema itu sejalan dengan apa yang dikehendaki dan dicita-citakan sejak awal. Adanya tayangan berita tentang korupsi, peperangan, pertikaian, terorisme dan kehancuran ummat manusia, tidak lepas dari 3 hal yang saya jadikan tema diatas, yakni “ mencari, mencoba, dan membuktikan”. Adapun titik kunci dari ketiga hal yang menjadi dasar, sehingga cita-cita manusia bisa tercapai dengan baik dan sempurna, ialah pada kata “ mencari”. Semakin luas pendidikan dan pengetahuan seseorang, akan semakin luas pula tingkat pemikiran seseorang didalam mencari segala sesuatu untuk dirinya.
Sabtu, 14 Mei 2011
BUDIDAYA KASIH di LAUTAN ILLUSI
Selama ini bila kita mendengar ada orang kaya karena usaha budidaya ikan, dan udang di tambak, tidak akan kaget. Ada budidaya rumput laut, sebegitu melihat hasilnya cukup menjanjikan, semua orang berlomba-lomba mengikuti. Begitu pula, disaat ada orang ramai budidaya sarang burung wallet, banyak pula yang sampai rela hutang di bank, untuk mengambil kredit dan membangun tempat untuk burung wallet. Bahkan, tidak sedikit pula yang membangun tempat burung walet lebih kokoh dari rumah tempat tinggalnya sendiri, demi keamanan, itu katanya. Tetapi, pernahkah mendengar adanya “budi daya kasih ”?
Langganan:
Postingan (Atom)