Partner | KAENDRA Tour & MICE

Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

PUASA ADALAH SARANA UNTUK BERTEMU TUHAN




                Segala sesuatu yang berada dialam semesta ini, tentu memiliki nama. Jika ada nama tentu ada bendanya, jika ada ada benda pasti ada sifat dan ada tempat kedudukannya.

Demikian juga tentang “Tuhan, Allah, God, Gusti, dan lain-lain”. Jika memiliki sebuah nama, tentu ada wujudnya, ada Dzat, serta pasti  juga memiliki sifat.
Dzat dan wujud Tuhan, amat berbeda dengan wujud makhluk-makhluk yang diciptakan olehNya. Kalau makhluk-makhluk ciptaanNya,  wujudnya bersifat kebendaan, tetapi wujud Tuhan bukan bersifat kebendaan, melainkan bersifat kekosongan( anti materi dan anti energi). Makanya Tuhan diistilahkan dengan Dzat bukan “Zat”.  Dan Dzat adalah merupakan penyebab utama adanya ZAT(kausa prima).

Sabtu, 16 Juli 2011

PUASA DARI SUDUT PANDANG METAFISIKA


                Selama ini, disaat seseorang menjalani puasa, semata-mata bukan karena muncul dorongan dari dalam diri manusia, melainkan karena merasa adanya kewajiban untuk puasa. Bahkan didalam menterjemahkan kata “ kutiba ” seperti tercantum didalam surat Al Baqarah(2): 183 : “Yaa ayyuhalladzina amanu, kutiba alaikummussiyam, kamaa kutiba ‘alalladzina min qoblikum laa ‘allakum tattaquun”. (Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa). Padahal, kata kutiba itu lebih berarti kewajiban dari dalam diri manusia itu sendiri. Tidak ada daya pemaksa dari luar. Sama halnya, disaat kita sudah besar dan ingin kuliah, tetapi tidak ada uang, kita menjadi susah, bukan karena merasa senang tidak kuliah. Jadi, kata ”kutiba” semata-mata merupakan kedisiplinan diri, jadi didalam menterjemahkan kata “kutiba” adalah “ tetapkanlah”. Yang merupakan unsur kedisiplinan diri, baik ada perintah maupun tidak. Dan apabila tidak melaksanakan puasa, kita akan merasakan susah yang amat sangat. Begitu pula didalam mengartikan “puasa(siyam)” bukan menahan lapar, melainkan “menahan diri”